SEJARAH PEMINATAN KLAS XI IIS

Saturday, 1 February 2014
Menjelaskan Pengertian Kolonialisme dan Imperialisme, Kapitalisme, Merkantilisme, dan Revolusi Industri.
1. Kolonialisme dan Imperialisme

Abad ke-15 merupakan era pencerahan atau renaisans di Benua Eropa. Renaisans merupakan awal dari bangkitnya ilmu pengetahuan di Eropa yang sebelumya sangat sulit berkembang karena doktrin-doktrin gereja yang sangat mengekang. Salah satu pencapaian yang sangat besar pada masa itu adalah munculnya teori heliosentris yang mengatakan bahwa matahari adalah pusat tata surya dan bumi berbentuk bulat. Paham heliosentris inilah yang menjadi salah satu faktor yang mendorong bangsa Eropa untuk melakukan penjelajahan ke seluruh dunia.

Selain karena kepercayaan bahwa bumi itu bulat, bangsa Eropa terdorong untuk melakukan penjelajahan dengan tujuan untuk mendatangi negeri-negeri timur yang kaya raya. Namun pada akhirnya, tujuan tersebut berubah menjadi praktik penjajahan dan Indonesia pun tak luput dari penjajahan yang dilakukan bangsa barat tersebut. Praktik penjajahan yang dilakukan oleh bangsa barat dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu kolonialisme dan imperialisme.

A. Kolonialisme
Kolonialisme berasal dari kata colunus (colonia) yang berarti suatu usaha untuk untuk mengembangkan kekuasaan suatu negara diluar wilayah negara tersebut. Kolonialisme pada umumnya bertujuan untuk mencapai dominasi ekonomi atas sumber daya, manusia, dan perdagangan di suatu wilayah. Wilayah koloni umumnya adalah daerah-daerah yang kaya akan bahan mentah untuk keperluan negara yang melakukan kolonialisme.

B. Imperialisme
Imperialisme adalah usaha memperluas kekuasaan suatu negara untuk menguasai negara lain. Imperialisme dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu imperialisme kuno dan imperialisme modern. Imperialisme kuno berlangsung sebelum revolusi industri dan bertujuan untuk memiliki kekayaan (gold), mencapai kejayaan (glory), dan menyebarkan agama (gospel). Spanyol dan portugis adalah negara yang menjalankan imperialisme kuno. Sementara Inggris merupakan negara yang menganut imperialisme modern.

C. Perbedaan kolonialisme dan imperialisme.
-Kolonialisme bertujuan untuk menguras habis sumber daya alam dari negara yang bersangkutan untuk diangkut ke negara induk.
Bisa dikatakan kalau Kolonialisme penjajah mesti datang langsung ke negara yang dijajah.

-Imperialisme bertujuan untuk menanamkan pengaruh pada semua bidang kehidupan negara yang bersangkutan.idak datang ke negara yang dijajah
Dalam hal ini bisa tidak datang ke negara yang dijajah tapi hanya memasarkan hasil produksinya saja

Keterangan : sebetulnya Perbedaan antara Kolonialisme dan imperialismeitu seperti duasisimatauang
D. Latar belakang Kedatangana Orang-Orang Eropa ke Dunia Timur
Perkembangan kolonialisme dan imprialisme erat kaitannya dengan perkembangan ilmu pengetahuan di Eropa pada masa-masa Renaissance, Reformasi Gereja, Merkantilisme, Revolusi Industri, dan Revolusi Perancis
1. Renaissance dan Humanisme
Adalah usaha untuk menghidupkan kembali kebudayaan Yunani Kuno dan Romawi. Pada abad ke-14, 15 di Eropa terdapat suatu gerakan cendikiawan dan ilmuwan untuk mengkaji kembali ilmu pengetahuan, seni, sastra, arsitektur, dan filsafat Yunani dan Romawi dengan penafsiran baru. Tujuannya untuk memperteguh ajaran Kristiani dan mengubah pandangan hidup abad pertengahan yang bersifat dogmatik menjadi pandangan yang berdasarkan akal.
Humanisme adalah faham yang berusaha mempelajari dan menyelidiki buku-buku kuno yang ditinggalkan bangsa Yunani dan Romawi. Tersebarnya ilmu pengetahuan adalah berkat jasa Gutenberg seorang Jerman yang menemukan mesin cetak, dimungkinkan ditulisnya buku dalam jumlah yang cukup banyak.
2. Reformasi Gereja
Gerakan reformasi yang muncul pada abad ke-15 merupakan protes terhadap gaya hidup para biarawan yang dianggap telah menyimpang dari ajaran-ajaran kristus

3. Merkantilisme
Adalah aliran yang mengajarkan proteksi ekonomi. Negara aliran ini sangat kuat pengaruhnya sehingga pada abad ke-18 berkembang menjadi politik ekonomi di negara Eropa Barat.
Merkantilisme
Merkantilisme merupakan cara untuk mengatur kegiatan ekonomi dalam pertumbuhan kapitalisme pada awal zaman modern di Eropa dengan cara:
• Berusaha memiliki logam mulia sebanyak banyaknya
• Menggalakkan perdagangan luar negeri
• Menggalakkan kegiatan industri dengan mengubah bahan baku menjadi bahan jadi
• Menggalakkan pertambahan penduduk
• Negara mengawasi perkembangan ekonomi
Negara Negara yang menganut system merkantilisme menggunakan emas dan perak sebagai standar kekeyaan, hal ini mendorong Negara Negara Eropa untuk mencari tanah jajahan.

Sejarah Singkat Munculnya Renaissance

RENAISSANCE berasal dari kata Re (kembali) dan Naitre (lahir) dalam bahasa Perancis yang berarti “lahir kembali” Jadi, dengan kata lain Renaissance sebenarnya adalah lahirnya kembali orang Eropa untuk mempelajari ilmu pengetahuan Yunani dan Romawi Kuno yang ilmiah / rasional.

Masa Renaissance berlangsung mulai abad ke XV hingga sekitar tahun 1650. Kemudian disusul zaman Rasionalisme dan zaman Modern. Sebelum Renaissance, bangsa Eropa mengalami jaman kegelapan / The Dark Age. Dalam jaman itu gereja berkuasa mutlak, ajaran gereja menjadi sesuatu yang tidak boleh dibantah.

Dalam perkembangannya mulai muncul gerakan yang mencoba melepaskan dari ikatan itu yang disebut gerakan Renaissance. Dalam jaman itu pula, pemikiran-pemikiran ilmiah tenggelam oleh dogma-dogma Gereja.

Mengapa Muncul Renaissance?
Latar belakang munculnya Renaissance adalah sebagai usaha pembaharuan kebudayaan Romawi dan Yunani yang pada masa abad tengah / masa kegelapan sempat dilupakan, yaitu tipe manusia yang otonom dan mandiri. Pada abad 12 ada suatu penemuan kembali literatur Yunani dan Romawi yang terjadi di seluruh Eropa.

Peristiwa tersebut akhirnya menyebabkan perkembangan gerakan humanis di abad ke-14. Orang-orang Humanist meyakini bahwa setiap individu memiliki arti penting dalam masyarakat. Pertumbuhan minat dalam humanisme menyebabkan perubahan dalam seni dan ilmu yang membentuk konsepsi umum dari Renaissance.

Abad 14 hingga abad 16 merupakan periode goncangan ekonomi atau perubahan ekonomi di Eropa, dimana perubahan yang paling luas terjadi di Italia. Setelah kematian Frederick II di 1250, kaisar kehilangan kekuasaan di Italia dan di seluruh Eropa, tidak satupun dari penerus Frederick yang seperti dia. Kejatuhannya adalah saat Paus III memegang kekuasaan secara bersamaan, memegang Negara sekaligus Gereja.

Selama Renaissance, Italia berkembang menjadi despotisme yaitu bahwa penguasa Negara memerintah berdasarkan keinginannya sendiri. Eropa sendiri perlahan-lahan berkembang menjadi kelompok mandiri yang kompartemen (terpisah).

Pertumbuhan ekonomi Italia yang terbaik dicontohkan dalam pengembangan bank yang kuat, terutama bank Medici dari Florence. Inggris, Perancis, dan Spanyol juga mulai mengembangkan sistem ekonomi berkelas.

Jadi, dapat ditarik kesimpulan bahwa Renaissance lahir sebagai pembaharu untuk membentuk manusia yang mandiri, utuh, otonom, dan bertanggungjawab. Pola pikir abad tengah ( terbelenggu ajaran gereja ; disalahgunakan ) diganti dengan pola pikir rasional baik SDA maupun SDM nya sehingga manusia bisa berkembang.

Setelah Renaissance, pemikiran orang-orang Eropa mengalami perubahan di bidang :

1. Perubahan pada SDM
a) Perubahan pola pikir emosional menjadi rasional. Pemikiran yang rasional menjadi dasar utama / satu-satunya jalan untuk mengungkap rahasia alam, bukan melalui agama. Agama gereja mulai ditinggalkan.
b) Pada jaman abad tengah, kehidupan di Eropa diatur oleh ”Theosentris’’ yaitu segala sesuatu berpusat pada kepercayaan. Namun setelah muncul Renaissance, kehidupan mereka diatur oleh ’’Anthroposentris’’ yaitu segala sesuatu yang dilakukan berpusat pada manusia. Pada abad tengah mereka percaya pada takdir, tapi pada renaissance mereka percaya pada nasib.
c) Pada jaman abad tengah segala sesuatu dilakukan secara kolektif. Sebaliknya pada jaman renaissance, segala sesuatu dilakukan secara individual
d) Pada jaman abad tengah segala sesuatu dilakukan berdasarkan spiritual. Dan di jaman renaissance, segala sesuatu dilakukan berdasarkan materi.

2. Perubahan pada Kebudayaannya
Pada perubahan kebudayaan ini yang ditekankan adalah membentuk manusia yang humanis. Humanisme adalah proses pembentukan manusia yang otonom, rasional, bebas, bertanggungjawab, sehat fisik dan spiritual.

Perubahan kebudayaan ini adalah pada bidang seni. Yaitu seni bangunan / arsitektur dan seni lukis. Seniman lukis yang sangat terkenal pada saat itu adalah Leonardo da Vinci , lewat karya “Monalisa”. Dan seniman patung Michelangelo, yang terkenal dengan patung PIETA, yaitu patung Yesus dipangkuan Bunda Maria.

Dampak positif RENAISSANCE
1. Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi ( IPTEK )
2. Orang mulai berpikir kritis. Menjadi maju, baik SDM maupun kebudayaannya
3. Reformasi Gereja

artikel ini adalah pindahan dari mikimagz!

daftar referensi :
Chastel, André. 1982. The Renaissance : essays in interpretation. London : Methuen & Co. Ltd
Huijbers, Theo. 1982. Filsafat Hukum Dalam Lintasan Sejarah. Yogyakarta : Kanisius
Santosa, Akhmad. 2009. Nietzsche Sudah Mati. Yogyakarta : Kaniusius
at 10.27 Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook
Labels: History, sejarah
0 comments:
Poskan Komentar
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Follow @angelbertamikki

Copyright © 2011 HistoCulture | Blogger Templates for Painting Furniture

4. Revolusi Industri
Perubahan besar, cepat, mendadak dan radikal yang mempengaruhi corak kehidupan manusia disebut revolusi. Antara tahun 1760-1840, perindustrian di Inggris mengalami perubahan besar sebagai negara yang memiliki daerah koloni yang cukup luas, Inggris berada dalam keadaan yang relatif makmur. Persekutuan Dagang Hindia Timur (East India Company) milik Inggris mendatangkan keuntungan yang memiiki cukup banyak berkat perdagangan yang dilakukan dengan daerah jajahannya. Kemajuan dan perubahan dalam bidang industri yang dicapai oleh Inggris kemudian menyebar ke negara-negara lain di Eropa sehingga muncullah negara-negar industri yang berlomba-omba menguasai pasar. Dengan demikian terjadi perlombaan mencari daerah jajahan.
5. Revolusi Perancis
Sejak 1795, Negeri Belanda berada di bawah kekuasaan Perancis. Napoleon Bonaparte mengangkat adiknya Louis, sebagai penguasa Negeri Belanda. Pada tahun 1808 Louis Napoleon mengirim Marsekal Herman Willem Daendek ke Indonesia menjadi Gubernur Jenderal. Sebagai orang yang sangat mengagumi prinsip-prinsip Revolusi Perancis, dia membawa paham liberal ke Indonesia.
2. Kapitalisme
Pengertian
Kapitalisme atau Kapital adalah suatu paham yang meyakini bahwa pemilik modal bisa melakukan usahanya untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya. Demi prinsip tersebut, maka pemerintah tidak dapat melakukan intervensi pasar guna keuntungan bersama, tapi intervensi pemerintah dilakukan secara besar-besaran untung kepentingan-kepentingan pribadi. Walaupun demikian, kapitalisme sebenarnya tidak memiliki definisi universal yang bisa diterima secara luas. Beberapa ahli mendefinisikan kapitalisme sebagai sebuah sistem yang mulai berlaku di Eropapada abad ke-16 hingga abad ke-19, yaitu pada masa perkembangan perbankan komersial Eropa di mana sekelompok individu maupun kelompok dapat bertindak sebagai suatu badan tertentu yang dapat memiliki maupun melakukan perdagangan benda milik pribadi, terutama barang modal, seperti tanah dan manusia guna proses perubahan dari barang modal ke barang jadi. Untuk mendapatkan modal-modal tersebut, para kapitalis harus mendapatkan bahan baku dan mesin dahulu, baru buruh sebagai operator mesin dan juga untuk mendapatkan nilai lebih dari bahan baku tersebut.
Kapitalisme memiliki sejarah yang panjang, yaitu sejak ditemukannya sistem perniagaan yang dilakukan oleh pihak swasta. Di Eropa, hal ini dikenal dengan sebutan gilde sebagai cikal bakal kapitalisme. Saat ini, kapitalisme tidak hanya dipandang sebagai suatu pandangan hidup yang menginginkan keuntungan belaka. Peleburan kapitalisme dengan sosialisme tanpa adanya pengubahan menjadikan kapitalisme lebih lunak daripada dua atau tiga abad yang lalu.
Kapitalisme menurut Karl Marx , adalah sebuah sistem dimana pemilik modal menjadi penentu dari seluruh kebijakan pasar dan harga barang dengan meminimalisir kerugian dan memaksimalkan keuntungan.
Pada abad 18 saat berkembang revolusi industri banyak muncul para pemilik modal yang menguasai peralatan industri, mempekerjakan manusia untuk menjalankan mesin.
Tujuan kapitalisme adalah biaya produksi yang murah dan keuntungan yang tinggi.
Ciri-ciri Kapitalisme :
1. Modal dan barang-barang yang digunakan sebagai proses produksi dimiliki secara pribadi.
2. Aktivitas ekonomi secara bebas hanya ditentukan oleh penjualan dan pembelian
3. Pemilik modal bebas untuk menggunakan cara apa saja untuk meningkatkan keuntungan maksimalnya dengan mendayagunakan sumber daya produksi dan pekerjaannya.
4. Pengawasan Negara diupayakan seminimal mungkin, Negara sewaktu-waktu dapat mengeluarkan kebijakan yang melindungi lancarnya pelaksanaan dari system kapitalis

3. Merkantilisme
Merkantilisme adalah suatu sistem politik ekonomi yang sangat mementingkan perdagangan internasional dengan tujuan untuk memperbanyak aset dan modal yang dimiliki suatu negara. Merkantilisme tertuang dalan peraturan negara yang berbentuk proteksionime dan politik kolonial demi neraca perdagangan yang menguntungkan. Pemerintah negara mendukung ekspor dengan insentif dan menghadang import dengan tarif.Kekayaan dan kemakmuran suatu negara diukur dari perbandingan ekspor impornya yang digambarkan dengan jumlah kapital dari logam mulia, mineral berharga dan komoditas lainnya. Seolah-olah ekspor dan impor berada dalam suatu timbangan di mana jika ekspor berlebih meka neraca perdangangan dianggap untung. Dengan adanya keuntungan maka terjadi peningkatan pendapatan negara yang harus dibayar & diimbangi secara tunai dengan emas.
Contoh raja pengikut/ penganut sistem merkantilisme :
1. Raja Karel V dari negara Spanyol
2. Ratu Elizabeth dari Inggris
3. Prinsmaurits berasal dari Belanda
4. Louis XIV dari Prancis
Aspek-Aspek Politik Merkantilisme :
1. Ekonomi : Berupaya mendapatkan emas sebanyak-banyaknya.
2. Tarif : pembatasan impor dengan tarif tinggi untuk barang dari negara lain.
3. Industri : Menggalakkan industri barang jadi untuk mengingkatkan ekspor.
4. Perkapalan : Act of Navigation sangat membantu perkapalan Inggris.
5. Penduduk : Meningkatkan jumlah penduduk agar bisa meningkatkan jumlah output produk Industri.
6. Kolonial : Negara daerah jajahan dipergunakan sebagai penjual hasil dan laveransi bahan dasar.
Latar Belakang :
-Munculnya Negara-negara merdeka di Eropa (Inggris, Perancis, Jerman, Italia, dan Belanda)
-Negara tersebut ingin mempertahankan kedaulatan, kebebasan, dan kesejahteraan rakyatnya.
-Diperlukan kondisi perekonomian yang kuat agar tetap mampu bertahan.
-Ditetapkan logam mulia sebagai standart ukuran kekayaan suatu Negara.
-Dibuka jaringan perdagangan, diadakan pelayaran serta eksplorasi ke wilayah-wilayah baru.
Kebijakan Pelaksanaan dan Perencanaan Ekonomi Merkantilisme :
Ø Berusaha mendapatkan logam mulia sebanyak-banyaknya
Ø Meningkatkan perdagangan luar negeri
Ø Mengembangkan industri berorientasi ekspor
Ø Meningkatkan pertambahan penduduk sebagai tenaga kerja industri
Ø Melibatkan Negara sebagai pengawas perekonomian

4. Revolusi Industri
Revolusi Industri merupakan periode antara tahun 1750-1850 di mana terjadinya perubahan secara besar-besaran di bidang pertanian, manufaktur, pertambangan, transportasi, dan teknologi serta memiliki dampak yang mendalam terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan budaya di dunia. Revolusi Industri dimulai dari Britania Raya dan kemudian menyebar ke seluruh Eropa Barat, Amerika Utara, Jepang, dan akhirnya ke seluruh dunia.
Revolusi Industri menandai terjadinya titik balik besar dalam sejarah dunia, hampir setiap aspek kehidupan sehari-hari dipengaruhi oleh Revolusi Industri, khususnya dalam hal peningkatan pertumbuhan penduduk dan pendapatan rata-rata yang berkelanjutan dan belum pernah terjadi sebelumnya. Selama dua abad setelah Revolusi Industri, rata-rata pendapatan perkapita negara-negara di dunia meningkat lebih dari enam kali lipat.Seperti yang dinyatakan oleh pemenang Hadiah Nobel, Robert Emerson Lucas, bahwa: “Untuk pertama kalinya dalam sejarah, standar hidup rakyat biasa mengalami pertumbuhan yang berkelanjutan. Perilaku ekonomi yang seperti ini tidak pernah terjadi sebelumnya”
Inggris memberikan landasan hukum dan budaya yang memungkinkan para pengusaha untuk merintis terjadinya Revolusi Industri.Faktor kunci yang turut mendukung terjadinya Revolusi Industri antara lain: (1) Masa perdamaian dan stabilitas yang diikuti dengan penyatuan Inggris danSkotlandia, (2) tidak ada hambatan dalam perdagangan antara Inggris dan Skotlandia, (3) aturan hukum (menghormati kesucian kontrak), (4) sistem hukum yang sederhana yang memungkinkan pembentukan saham gabungan perusahaan (korporasi), dan (4) adanya pasar bebas (kapitalisme).
Revolusi Industri dimulai pada akhir abad ke-18, dimana terjadinya peralihan dalam penggunaan tenaga kerja di Inggris yang sebelumnya menggunakan tenaga hewan dan manusia digantikan oleh penggunaan mesin yang berbasis menufaktur. Periode awal dimulai dengan dilakukannya mekanisasi terhadap industri tekstil, pengembangan teknik pembuatan besi dan peningkatan penggunaan batubara.Ekspansi perdagangan turut dikembangkan dengan dibangunnya terusan, perbaikan jalan raya dan rel kereta api.Adanya peralihan dari perekonomian yang berbasis pertanian ke perekonomian yang berbasis manufaktur menyebabkan terjadinya perpindahan penduduk besar-besaran dari desa ke kota, dan pada akhirnya menyebabkan membengkaknya populasi di kota-kota besar di Inggris.
Awal mula Revolusi Industri tidak jelas tetapi T.S. Ashton menulisnya kira-kira 1760-1830. Tidak ada titik pemisah dengan Revolusi Industri II pada sekitar tahun 1850, ketika kemajuan teknologi dan ekonomi mendapatkan momentum dengan perkembangan kapal tenaga-uap, rel, dan kemudian di akhir abad tersebut perkembangan mesin bakar dalam dan perkembangan pembangkit tenaga listrik
Faktor yang melatarbelakangi terjadinya Revolusi Industri adalah terjadinya revolusi ilmu pengetahuan pada abad ke 16 dengan munculnya para ilmuwan seperti Francis Bacon, Rene Decartes,Galileo Galilei serta adanya pengembangan riset dan penelitian dengan pendirian lembaga riset seperti The Royal Improving Knowledge, The Royal Society of England, dan The French Academy of Science. Adapula faktor dari dalam seperti ketahanan politik dalam negeri, perkembangan kegiatan wiraswasta, jajahan Inggris yang luas dan kaya akan sumber daya alam.
Istilah “Revolusi Industri” sendiri diperkenalkan oleh Friedrich Engels dan Louis-Auguste Blanqui di pertengahan abad ke-19. Beberapa sejarawan abad ke-20 seperti John Clapham dan Nicholas Crafts berpendapat bahwa proses perubahan ekonomi dan sosial yang terjadi secara bertahap dan revolusi jangka panjang adalah sebuah ironi.Pendapatan domestik bruto (PDB) per kapita negara-negara di dunia meningkat setelah Revolusi Industri dan memunculkan sistem ekonomi kapitalis modern.Revolusi Industri menandai dimulainya era pertumbuhan pendapatan per kapita dan pertumbuhan ekonomi kapitalis. Revolusi Industri dianggap sebagai peristiwa paling penting yang pernah terjadi dalam sejarah kemanusiaan sejak domestikasi hewan dan tumbuhan pada masa Neolitikum.

DAMPAK BERKEMBANGNYA REVOLUSI INDUSTRI
Revolusi industri yang dimulai di Inggris kemudian menyebar ke hampir seluruh Negara Eropa lainnya dan juga sampai ke Amerika Utara. Revolusi industri ini pada akhirnya mempengaruhi lahirnya perubahan-perubahan yang cepat dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat. Perubahan-perubahan tersebut pada akhirnya menimbulkan dampak-dampak sebagai berikut.

1. Perubahan sistem perekonomian
Berlangsungnya revolusi industri, memicu pula terjadinya revolusi dalam sistem perekonomian. Sebelum terjadinya revolusi industri, sebagian besar negara lebih banyak menggantungkan perekonomian pada sektor pertanian. Perdagangan yang dilakukan masih sangat terbatas dan dalam skala yang masih kecil. Industri-industri yang berkembang di negara-negara Eropa umumnya masih bersifat industri rumahan yang hanya menghasilkan barang dalam jumlah terbatas dan waktu penyelesaian yang cukup lama. Daerah pemasaran pun masih terbatas dan barang yang dihasilkan hanya didasarkan pada pemesanan saja. Kondisi tersebut berubah dengan cepat setelah terjadinya revolusi industri.
Meskipun modal yang harus disediakan cukup besar untuk penggunaan mesinmesin baru dan pabrik-pabrik bila dibandingkan dengan alat-alat sederhana dari masa sebelumnya, akan tetapi produksi barang secara besar-besaran akan memberikan kemungkinan untuk mengurangi biaya yang dikeluarkan dan bahkan mampu meningkatkan keuntungan. Berkembanglah industri-industri yang pada akhirnya menarik minat sebagian besar penduduk untuk beralih profesi menjadi buruh pabrik. Perpindahan profesi tersebut terutama dilakukan oleh para petani penggarap yang tidak memiliki tanah. Perubahan profesi ini, mereka lakukan dengan harapan untuk dapat meningkatkan derajat kehidupan mereka.
Sejalan dengan revolusi industri, organisasi-organisasi perdagangan yang telah terbentuk sebelumnya seperti EIC, VOC, dan sebagainya mengalami perkembangan. Pada awalnya perusahaan-perusahaan dagang tersebut merupakan persero dengan tanggung jawab tidak terbatas. Revolusi industri memberikan pengaruh terbentuknya perusahaan-perusahaan dagang tersebut menjadi perusahaan dengan modal bersama yang tentu saja dengan tanggung jawab terbatas. Pada perkembangan selanjutnya, perusahaan-perusahaan ini akan melahirkan model Trust dan monopoli perusahaan besar. Perusahaan-perusahaan semacam inilah yang pada akhirnya dapat membangun usaha raksasa yang menjangkau daerah yang sangat luas di dunia, sehingga membentuk jaringan seperti sistem gurita.
Pasca revolusi industri menyebabkan Inggris muncul menjadi negara industry terkuat di dunia. Hal ini kemudian diikuti oleh negara-negara lainnya sehingga lahir apa yang disebut dengan empat besar sebagai negara yang terkuat di dunia dalam bidang ekonomi dan industri, bahkan di dunia politik. Negaranegara tersebut adalah Inggris, Perancis, Jerman, dan Amerika Serikat. Munculnya kekuatan semacam ini seakan-akan membentuk pola ekonomi yang memperlihatkan hubungan pembagian kerja antara negara-negara industri kuat dengan negara di bawahnya. Negara-negara industri tersebut menjadi daerah penghasil utama barang-barang hasil industri, sedangkan negara lainnya menjadi daerah pemasaran barang-barang hasil industri tersebut. Oleh karena itu, terjadi kesenjangan perekonomian, sebab nilai perekonomian lebih banyak dikuasai oleh negara-negara industri tersebut. Hal ini dapat terlihat dari table berikut:

2. Perubahan sistem sosial kemasyarakatan
Pada fase awal terjadinya revolusi industri timbul gejolak-gejolak dalam kehidupan masyarakat. Dibukanya industri-industri menimbulkan minat dari masyarakat untuk mengalihkan mata pencahariannya dari bidang pertanian menjadi pekerja industri. Kondisi ini memicu arus urbanisasi yang cukup tinggi di Inggris, sehingga rakyat dari pedesaan berbondong-bondong pindah ke perkotaan untuk menjadi pekerja di sektor-sektor industri yang berada di perkotaan.
Tidak semua para urban tersebut berhasil ditampung di industri-industri. Banyak di antara mereka yang akhirnya menjadi pengangguran di perkotaan, sebab mereka tidak mau kembali ke desa asalnya dan tetap bertahan di kota dengan harapan suatu saat akan mendapatkan pekerjaan di sektor-sektor industri tersebut. Banyaknya para pengangguran di perkotaan memicu tingginya angka kriminalitas. Hal ini disebabkan mereka tetap memerlukan biaya untuk menunjang kebutuhan hidupnya, sementara kondisi mereka tidak memiliki penghasilan karena tidak punya pekerjaan. Pada akhirnya mereka tidak segan-segan untuk berbuat kriminal dengan cara mencuri, menodong, dan merampas untuk memenuhi kebutuhan hidup. Sementara itu, bagi mereka yang sudah mendapatkan pekerjaan di sektorsektor industri, kehidupannya tidak menjadi lebih baik. Kaum kapitalis seringkali menekan para pekerjanya dengan beban kerja yang tinggi demi tercapainya hasil produksi yang tinggi yang akan mendatangkan keuntungan yang lebih banyak. Hal ini tidak diimbangi dengan pemenuhan hak-hak pekerja yang memadai, upah yang sangat rendah, serta tidak diberikannya jaminan kesehatan, perumahan, pendidikan dan kesejahteraan keluarga para buruh. Pada akhirnya, hal ini akan mendorong terciptanya perkampungan-perkampungan kumuh di perkotaan yang disebabkan ketidakmampuan para buruh untuk membangun rumah tinggal yang lebih layak.
Kondisi seperti ini juga memicu hadirnya pekerja dari komunitas wanita dan anak-anak. Upah minim yang diterima oleh para buruh menyebabkan mereka harus mencari penghasilan tambahan guna menutupi biaya hidup. Oleh karena itu, wanita dan anak-anak yang di bawah umur pun turut terjun dalam dunia industri tersebut. Hal ini menimbulkan permasalahan-permasalahan manakala tidak dipenuhinya hak-hak mereka, terutama hak-hak dalam kondisi-kondisi khusus seperti hak bagi wanita hamil ataupun pembedaan waktu kerja bagi pekerja anak-anak.
3. Lahirnya paham-paham baru
Berkembangnya revolusi industri mendorong lahirnya paham-paham baru, yaitu sebagai berikut:
a. Kapitalisme
Kapitalisme adalah paham yang berpendapat bahwa untuk meningkatkan perekonomian, perlu dibangun sektor-sektor industri yang ditunjang dengan modal yang besar. Penguasaan sektor industri tersebut perlu juga didukung dengan ketersediaan sumber bahan baku dan daerah pemasaran yang luas. Aliran ini berkembang setelah terjadinya revolusi industri dan mencapai puncaknya pada abad ke-19. Para kapitalis ini pada akhirnya mendorong perkembangan ekonomi nasional, sehingga dengan cepat Eropa mencapai taraf perekonomian yang sangat tinggi bila dibandingkan dengan negara-negara lainnya di dunia. Ketika bangsabangsa lainnya sedang berada dalam cengkeraman kolonialisme, Eropa pada saat yang sama sedang menikmati kemakmuran yang dihasilkan oleh industrialisasi.
Selain itu, dalam sistem perekonomian, lahirnya golongan kapitalis ini telah mendorong semakin berkembangnya aliran ekonomi liberal. Para kapitalis menuntut agar pemerintah tidak ikut campur tangan terlalu besar dalam kehidupan perekonomian. Perekonomian sepenuhnya diserahkan pada pasar, sehingga akan menggantungkan pada sistem penawaran dan permintaan. Dengan demikian, perekonomian akan dikendalikan oleh golongan-golongan kapitalis tersebut.
b. Sosialisme
Lahirnya paham sosialisme disebabkan oleh terjadinya kondisi buruk dalam kehidupan sosial kemasyarakatan setelah terjadinya revolusi industri. Aliran sosialisme sangat menentang hadirnya para kapitalis yang dianggap membawa kesengsaraan bagi rakyat. Para penganut sosialis memimpikan terbangunnya suatu masyarakat tanpa kelas, sehingga semua manusia dapat
menikmati kesejahteraan secara bersama.
Perkembangan sosialisme untuk pertama kalinya lahir di Inggris dengan tokohnya adalah Robert Owen (1771-1858). Pemikiran-pemikirannya tentang sosialisme dikembangkannya melalui bukunya yang berjudul A View of Society, an Essay on the Formation of Human Character. Tokoh sosialisme lainnya adalahSaint Simon (1760-1825) yang mengemukakan pentingnya peranan kelas pekerja dalam membentuk masyarakat industri. Paham sosialisme yang bisa diterima oleh kaum kapitalis adalah paham sosalisme yang dikembangkan oleh Pierre Joseph Proudhon (1809-1865). Pandangannya tentang sosialisme yang tertuang dalam karyanya yang berjudul Philosophi de la Misere mengungkapkan pentingnya pembagian hak milik antara individu secara sukarela dan merata tanpa adanya pemaksaan dari pihak manapun termasuk negara.
Sementara paham sosialisme radikal dikembangkan oleh Karl Marx (1818-1883) dan Friedrich Engels. Das Kapital yang merupakan karya dari Marx mendengungkan perlunya perjuangan untuk mewujudkan masyarakat tanpa kelas. Sementara itu, Engels sering mendengungkan semboyan kaum proletar sedunia, bersatulah. Pada akhirnya pemikiran dari tokoh-tokoh sosialisme radikal ini mendorong timbulnya gejolak-gejolak penentangan perluasan kaum kapitalis dan menginginkan terwujudnya masyarakat tanpa kelas. Bahkan gerakan-gerakan ini pada akhirnya diarahkan untuk mewujudkan suatu Negara yang masyarakatnya tanpa kelas seperti yang terjadi pada revolusi Oktober Rusia 1917. Sosialisme radikal pada akhirnya lebih cenderung bersifat komunis. Silahkan kamu cari lebih lanjut perbedaan antara sosialisme dengan komunisme.
4. Timbulnya imperialisme modern
Pada awalnya imperialisme dan kolonialisme dikembangkan dengan semangat penaklukan dan kejayaan, bahkan semangat untuk menyebarkan agama Nasrani. Pasca revolusi industri, paradigma imperialisme berubah menjadi lebih bermotifkan ekonomi yang bertumpu pada industrialisasi. Daerah-daerah jajahan diperlukan sebagai tempat bagi tersedianya sumber bahan baku yang diperlukan oleh industri. Setelah itu daerah jajahan dijadikan pula sebagai tempat memasarkan hasil-hasil industrinya.
Pada perkembangan selanjutnya, imperialisme modern melirik tanah jajahan sebagai tempat penanaman modal (investasi). Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk lebih memberdayakan tanah jajahan, sehingga negara imperialis dapat meningkatkan pendapatan dari bidang industrialisasi yang berkembang di tanah jajahan. Pasca terjadinya revolusi industri, terjadi ledakan penduduk yang cukup hebat di Eropa. Ledakan penduduk tersebut menyebabkan semakin sesaknya daerah-daerah perkotaan di Eropa. Hal ini pada akhirnya mendorong negaranegara Eropa untuk memindahkan kelebihan penduduk tersebut ke tanah jajahan. Antara tahun 1815-1914 terjadi arus migrasi sekitar 60 juta penduduk Eropa ke berbagai negara-negara jajahan di dunia.

Soal!
1. Paham Renaissance pertama kali berkembang di Negara…
a. Italia
d. Prancis
b. Belanda
e. Portugal
c. Inggris

2. Yang dimaksud kolonialisme adalah …
a. paham alih kewarganegaraan
d. paham kepemilikan
b. paham dalam perekonomian
e. paham mengenai penjajah
c. paham pengusahaan kemanusiaan

3. Sistem ekonomi yang berlaku di Eropa sekitar abad ke-15 adalah …
a. merkantilisme
d. kapitalisme
b. kolonialisme
e. liberalisme
c. sosialisme

4. Motivasi kedatangan bangsa Barat ke dunia Timur dapat diungkap melalui selogan berikut ini, yaitu …
a. Vini, Vidi, Vici
d. Gold, Gospel, Glory
b. Liberte, Egalite, Franternite
e. Devide at Impera, Pax Nerlandica
c. Kolonialisme, Imperialisme, Monopolisme

5. Raja yang menganut sistem merkantilisme dari Spanyol yaitu…
a. Raja Karel V
b. Ratu Elizabeth
c. Prinsmaurits
d. Raja Louis XIV
e. Raja Rafles IX

>Kerajaan Taruma nega
Letak dan Corak serta Tahun Berdirinya

Kerajaan Tarumanegara atau taruma adalah sebuah kerajaan yang pernah berkuasa di wilayah pulau Jawa bagian barat pada abad ke-4 sampai abad ke-7. Kerajaan Tarumanegara didirikan oleh raja Dirajaguru Jayasingawarman pada tahun 358M, yang kemudian digantikan oleh putranya, Dharmayawarman (382-395). Kerajaan Tarumanegara bercorak Hindu. Letak Kerajaan ini dulunya di sungai Cisadane sebelah barat & sungai Citarum sebelah timur.

Raja-Raja Yang Pernah Berkuasa


  1. Jayasingawarman (358-382)
  2. Dharmayawarman (382-395)
  3. Purnawarman (395-434)
  4. Wisnuwarman (434-455)
  5. Indrawarman (455-515)
  6. Candrawarman (515-535)
  7. Suryawarman (535-561)
  8. Kertawarman (561-628)
  9. Sudhawarman (628-639)
  10. Hariwangsawarman (639-640)
  11. Nagajayawarman (640-666)
  12. Linggawarman (666-669)

Latar Belakang Raja Purnawarman

Raja Purnawarman yang pernah berkuasa dan sangat terkenal dalam catatan sejarah adalah Purnawarman. Pada tahun 417 ia memerintahkan penggalian Sungai Gomati dan Candrabaga(Kali Bekasi) sepanjang 6112 tombak (sekitar 11 km). Selesai penggalian, sang prabu mengadakan selamatan dengan menyedekahkan 1.000 ekor sapi kepada kaum brahmana. Penggalian saluran air ini sangat besar artinya, karena merupakan pembuatan saluran irigasi untuk memperlancar pengairan sawah-sawah pertanian rakyat. Hasil pertanian tersebut memajukan perekonomian.

Kehidupan Sosial

Kehidupan gotong royong dalam kehidupan masyarakat Tarumanegara berkembang dengan baik. Hal ini terlihat dengan adanya penggalian saluran Gomati. Sebagian masyarakat beragama Hindu dan Buddha, sedangkan sebagian masyarakat yang lainya masih menganut agama asli.

Politik dan Pemerintahan

Seperti Kerajaan Kutai, sumber sejarah politik dan pemerintahan Kerajaan Tarumanegara kurang jelas. Meskipun demikian, catatan dari Fa-Hien (sejarawan) mengatakan Tarumanegara mampu menciptakan stabilitas politik di wilayahnya. Kondisi itu dibuktikan dari laporannya tentang cukup majunya perekonomian kerajaan tersebut. Kuatnya pemerintahan dibuktikan oleh informasi prasasti mengenai proyek penggalian saluran Gomati dan sungai Candrabhaga. Proyek itu membutuhkan tenaga manusia yang cukup besar, sehingga mungkin terselenggara oleh pemerintahan yang berwibawa, yang kekuasaanya diakui rakyatnya. Karena merupakan kerajaan, kekuasaan raja bersifat mutlak. Hal itu tergambar dari pengakuan Raja Purnawarman sebagai jelmaan Dewa Wisnu.

Berakhirnya Kerajaan Tarumanegara

Runtuhnya kerajaan Tarumanegara bermula dari kepercayaan yang diberikan oleh sang raja kepada pemerintah daerah di bawah raja, untuk mimimpin wilayahnya sendiri. Lalu, kebiasaan memberikan warisan wilayah atau daerah kepada putra dan putri mahkota, yang lantas membuat kerajaan baru diwilayahnya tersebut. Hal itu membuat kekuasaan raja menjadi lemah dan gampang diserang musuh. Tahun 669 M, raja Linggawarman yang menjadi raja terakhir, meyerahkan kekuasaan kepada menantunya yang berasal dari kerajaan Sriwijaya. Lantas, berakhirlah pemerintah dalam nama Tarumanegara berganti menjadi kerajaan Sunda.

Kerajaan Sriwijaya

Lokasi Kerajaan Sriwijaya

Di wilayah Sumatera bagian selatan, Pusat pemerintahannya kemungkinan besar di sekitar `Palembang, Sumatera, meskipun ada pendapat lain yangmenyebutkan Ligor di Semenanjung malaya sebagai pusatnya.

Faktor Pendorong Perkembangan Kerajaan Sriwijaya

  1. Letaknya yang strategis
  2. Kemajuan kegiatan perdagangannya.
  3. Keruntuhan Kerajaan Funan di Vietnam Selatan memberikan kesempatan bagi perkembangan Sriwijaya sebagai negara maritim (sarwajala) yang selama abad ke- 6 dipegang oleh kerajaan Funan.
  4. Memiliki armada laut yang kuat
  5. Melayani distribusi ke berbagai wilayah nusantara

Sumber Sejarah

  1. Berita Asing yaitu Berita Cina, Berita Arab, Dan Berita India
  2. Dari dalam negeri berwujud prasasti yaitu prasasti kedukan bukit, prasasti talang tuo ,prasasti kota kapur ,prasasti telaga batu, prasastikarang berahi dan prasasti ligor

Kehidupan Politik

Menurut sejarah kerajaan sriwijaya merupakan kerajaan yang megah dan jaya dimasa lampau. Raja raja yang pernah memerintah adalah :

  1. Dapunta Hyang Srijayanegara
  2. Dharmasetu
  3. Balaputradewa
  4. Cudamani Warmadewa
  5. Sanggrama Wijaya Tunggawarman

Kerajaan Sriwijaya ternyata menjalankan Politik Ekspansif ( perluasankekuasaan). Pada abad ke-9 Raja Balaputradewa dapat memperluas wilayah Sriwijaya. Wilayah itu meliputi Sumatra, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Bangka,Belitung, Malaysia, Singapura, dan Thailand Selatan.

Pengaruh Budaya

Sriwijaya terkenal dengan kerajaan budha terbesar yang bermula dari pembangunan wihara di Nalanda yang di terangkan dalam prasasti Nalanda selain itu Menurut I-tsing, agama Budha semakin berkembang di Sriwijaya ketika banyak pendeta dari negeri Cina dan India berdatangan ke Sriwijaya. Namun Kerajaan Sriwijaya banyak dipengaruhi budaya India , pertama oleh budaya agama Hindu dan kemudiana diikuti pula oleh agama Buddha. Agama Buddha diperkenalkan di Sriwijaya pada tahun 425 Masehi. Sriwijaya merupakan pusat terpenting agama Buddha Mahayana.

Perdagangan

Di dunia perdagangan, Sriwijaya menjadi pengendali jalurperdagangan antara India dan Tiongkok, yakni denganpenguasaan atas selat Malaka dan selat Sunda. Orang Arab mencatat bahwa Sriwijaya memiliki aneka komoditiseperti kapur barus, kayu gaharu, cengkeh, pala, kepulaga, gading,emas, dan timah yang membuat raja Sriwijaya sekaya raja-raja diIndia. Kekayaan yang melimpah ini telah memungkinkan Sriwijayamembeli kesetiaan dari vassal-vassalnya di seluruh Asia Tenggara

Keadaan masyarakat

Karena kerajaan sriwijaya dipengaruhi oleh agama budhamaka kehidupan masyarakat sesuai dengan ajaranya selain itumasyarakat juga menjali hubungan dengan kerajaan lain. Agama Buddha yang berkembang di Sriwijaya ialah aliran Mahayana dengan salah satu tokohnya yang terkenal ialah Dharmakirti.

Kehidupan Ekonomi

Menurut catatan asing, Bumi Sriwijaya menghasilkan bumibeberapa diantaranya, yaitu cengkeh, kapulaga, pala, lada,pinang, kayu gaharu, kayu cendana, kapur barus,gading,timah, emas, perak, kayu hitam, kayu sapan, rempah-rempah dan penyu. Barang-barang tersebut dijual atau dibarter dengan kainkatu, sutera dan porselen melalui relasi dagangnya dengan Cina, India, Arab dan Madagaskar.

Mundurnya Kerajaan Sriwijaya

Faktor Politik Kedudukan Kerajaan Sriwijaya makin terdesak, karena munculnya kerajaan-kerajaan besar yang juga memiliki kepentingan dalamdunia perdagangan, seperti Kerajaan Siam di sebelah utara. Pada akhir abad ke-13 M, Kerajaan Sriwijaya mengalami kemunduran. Hal ini disebabkan oleh faktor politik dan ekonomi.

Kerajaan Siam memperluas kekuasaannya ke arah selatan dengan menguasai daerah-daerah diSemenanjung Malaka termasuk Tanah Genting Kra. Jatuhnya Tanah Genting Kra ke dalam kekuasaan Kerajaan Siam mengakibatkan kegiatan pelayaran perdagangan di Kerajaan Sriwijaya semakin berkurang.

Sebab-sebab keruntuhan kerajaan Sriwijaya :

  • Kebesaran Kerajaan Sriwijaya mulai surut sejak abad ke-11. Kemunduranitu bermula dari serangan besar – besaran yang dilancarkan Kerajaan Cola(India) di bawah pimpinan Raja Rajendra Coladewa pada tahun 1017 dantahun 1025. Perisitiwa serangan Kerajaan Cola dapat diketahui dari prasasti Tanjore ( 1030 )
  • Pada saat tahun 990 M Kerajaan Sriwijaya diserang oleh raja Dharmawangsa dari P. Jawa
  • Banyak daerah atau kekuasaan Sriwijaya yang melepaskan diri
  •       Pernah diserang oleh raja Rajendra Coladewa dari Colamandala India dua kali, yaitu tahun 1025 M dan 1030 M
  • Adanya ekspedisi Pamalayu dari kerajaan Singasari pada tahun 1275 M
  • Muncul dan berkembangnya kerajaan Islam Samudra Pasai.
  •       Serangan kerajaan Majapahit dipimpin Adityawarman atas perintah Mahapatih Gajah Mada, 1477. Sehingga Sriwijaya menjadi taklukkan Majapahit Terjadinya serangan dari kerajaan Majapahit pada tahun 1477M Pada sekitar pertengahan abad ke-14, nama Sriwijaya sudah tidak pernah lagi disebut – sebut dalam sumber sejarah. Kerajaan Sriwijaya benar – benar runtuh akibat serangan Kerajaan Majapahit dari Jawa.

Peninggalan

Prasasti-Prasasti Sriwijaya Dengan Huruf Palawa Dan Bahasa Melayu Kuno

  1. Prasasti Kedukan Bukit : Berangka tahun 605 Śaka (=683 Masehi) Menceritakan perjalanan suci yang dilakukan oleh Dapunta Hyang dengan perahu. Berangkat dari Minãngtãmwan dengan 20.000 orang tentara. Ia menaklukkan beberapa daerah.
  1. Prasasti Talang Tuwo : (dekat Palembang)Berangka tahun 684 Masehi berisi tantang pembuatan taman Śriksetra atas perintah Dapunta Hyang Śri Jayanaşa untuk kemakmuran semua makhluk.
  1. Prasasti Kota Kapur : 13. (dari Kotakapur, Bangka) temuan arkeologi prasasti Sriw ijaya yang ditemukan di pesisir barat Pulau Bangka. Prasasti ini dinamakan menurut tempat penemuannya yaitu sebuah dusun kecil yang bernama “Kotakapur”. Tulisan pada prasasti ini ditulis dalam aksara Pallawa dan menggunakan bahasa Melayu Kuna, serta merupakan salah satu dokumen tertulis tertua berbahasa Melayu. Prasasti ini ditemukan oleh J.K. van der Meulen pada bulan Desember 1892.
  1. Prasasti Telaga Batu : (dekat Palembang)Tidak berangka tahunBerisi kutukan- kutukan yang seram terhadap siapa saja yang melakukan kejahatan dan tidak taat terhadap raja.
  1. Prasasti Karang Birahi : (dari daerah Jambi hulu) Berangka tahun sama yaitu 686 Masehi. Isi kedua prasasti itu juga hampir sama, yaitu permintaan kepada dewa yang menjaga Sriwijaya dan untuk menghukum setiap orang yang bermaksud jahat terhadap Sriwijaya. Berdasarkan kedua prasasti itu dapat disimpulkan bahwa daerah Bangka dan daerah Maringin (Melayu) telah ditaklukkan oleh Sriwijaya. Sementara itu sang raja juga berusaha menaklukkan “bhumi jawa” atau Tarumanegara.
  1. Prasasti Ligor : (dari Thailand) Ada 2 penafsiran, Dari manuskrip Ligor A ini berisikan berita tentang raja Sriwijaya, raja dari segala raja yang ada di dunia, yang mendirikan Trisamaya caitya untuk Kajara,  Sedangkan dari manuskrip Ligor B berangka tahun 775, berisikan berita tentang nama Visnu yang bergelar Sri Maharaja, dari keluarga Śailendravamśa serta dijuluki dengan Śesavvārimadavimathana (pembunuh musuh-musuh yang sombong tidak bersisa).
  1. Prasasti palas pasemah : Prasasti ini telah diketahui keberadaannya pada tahun 1958, di Desa Palas Pasemah dekat Kalianda Kabupaten Lampung Selatan. Prasasti ini ditulis dalam 13 baris, berhuruf Pallawa dan Bahasa Melayu Kuno. Isinya hamper sama dengan isi prasasti Karang Brahi dari Daerah Jambi, Prasasti Kota Kapur dari Bangka dan Prasasti Bungkuk dari Daerah Lampung Timur, yang berisi kutukan yang tidak patuh dan tunduk kepada penguasa Sriwijaya. Prasasti ini tidak berangka tahun, namun berdasarkan Paleografinya dapat pada akhir abad ke 7
  1. Prasasti nalanda : Prasasti Nalanda menceritakan tentang kisah Raja Balaputradewa. Disebutkan bahwa Raja Balaputradewa adalah cucu seorang raja Jawa yang dijuluki Wirawairimath ana(penumpas musuh perwira). Julukan kakeknya ini mirip dengan Wairiwarawimarda na alias Dharanindradalam prasasti Kelurak . Dengan kata lain, Balaputradewa merupakan cucu Dharanindra.
  1. Prasasti siddhayatra : Beberapa prasasti siddhayatra abad ke-7 seperti Prasasti Talang Tuwo menggambarkan ritual budha untuk memberkati peristiwa penuh berkah yaitu peresmian taman Sriksetra, anugerah Maharaja Sriwijaya untuk rakyatnya. menceritakan perjalanan sucinya mengalap berkah dan menaklukkan wilayah-wilayah di sekitarnya. Ia berkuasa sekitar perempat terakhir abad VII hingga awal abad VIII, tepatnya antara kurun 671 masehi hingga 702 masehi

Candi peninggalan Kerajaan Sriwijaya

  • Candi Muara Takus : di Riau, dengan asumsi petunjuk arah perjalanan dalam catatan I Tsing, serta hal ini dapat juga dikaitkan dengan berita tentang pembangunan candi yang dipersembahkan oleh raja Sriwijaya (Se li chu la wu ni fu ma tian hwa atau Sri Cudamaniwarmadewa) tahun 1003 kepada kaisar Cina yang dinamakan cheng tien wan shou (Candi Bungsu, salah satu bagian dari candi yang terletak di Muara Takus). Namun yang pasti pada masa penaklukan oleh Rajendra Chola I, berdasarkan prasasti Tanjore, Sriwijaya telah beribukota di Kadaram (Kedah sekarang)

Peninggalan

Prasasti : Kerajaan Tarumanegara meninggalkan tujuh prasasti, yaitu:

  1. Prasasti Ciaruteun          : Prasasti Ciaruteun atau prasasti Ciampea ditemukan ditepi sungai Ciarunteun, dekat muara sungai Cisadane Bogor prasasti tersebut menggunakan huruf Pallawa dan bahasa Sanskerta yang terdiri dari 4 baris disusun ke dalam bentuk Sloka dengan metrum Anustubh. Di samping itu terdapat lukisan semacam laba-laba serta sepasang telapak kaki Raja Purnawarman. Gambar telapak kaki pada prasasti Ciarunteun mempunyai 2 arti yaitu:
  • Cap telapak kaki melambangkan kekuasaan raja atas daerah tersebut (tempat ditemukannya prasasti tersebut).
  • Cap telapak kaki melambangkan kekuasaan dan eksistensi seseorang (biasanya penguasa) sekaligus penghormatan sebagai dewa. Hal ini berarti menegaskan kedudukan Purnawarman yang diibaratkan dewa Wisnu maka dianggap sebagai penguasa sekaligus pelindung rakyat.
  1. Prasasti Jambu               : Prasasti Jambu atau prasasti Pasir Koleangkak, ditemukan di bukit Koleangkak di perkebunan jambu, sekitar 30 km sebelah barat Bogor, prasasti ini juga menggunakan bahasa Sanskerta dan huruf Pallawa serta terdapat gambar telapak kaki yang isinya memuji pemerintahan raja Mulawarman.
  2. Prasasti Kebon kopi        : Prasasti Kebonkopi ditemukan di kampung Muara Hilir kecamatan Cibungbulang Bogor . Yang menarik dari prasasti ini adalah adanya lukisan tapak kaki gajah, yang disamakan dengan tapak kaki gajah Airawata, yaitu gajah tunggangan dewa Wisnu.
  3. Prasasti Muara Cianten   : Prasasti Muara Cianten, ditemukan di Bogor, tertulis dalam aksara ikal yang belum dapat dibaca. Di samping tulisan terdapat lukisan telapak kaki.
  4. Prasasti Pasir awi: Prasasti Pasir Awi ditemukan di daerah Leuwilia, Prasasti Pasir Awi berpahatkan gambar dahan dengan ranting dan dedaunan serta buah-buahan (bukan aksara) juga berpahatkan gambar sepasang telapak kaki.
  5. Prasasti Cidanghiyang     : Prasasti Cidanghiyang atau prasasti Lebak, ditemukan di kampung lebak di tepi sungai Cidanghiang, kecamatan Munjul kabupaten Pandeglang, Banten. Prasasti ini baru ditemukan tahun 1947 dan berisi 2 baris kalimat berbentuk puisi dengan huruf Pallawa dan bahasa Sanskerta. Isi prasasti tersebut mengagungkan keberanian raja Purnawarman.
  6. Prasasti Tugu                 : Prasasti Tuguditemukan di daerah Tugu, kecamatan Cilincing Jakarta Utara. Prasasti ini dipahatkan pada sebuah batu bulat panjang meling kar dan isinya paling panjang dibanding dengan prasasti Tarumanegara yang lain, sehingga ada beberapa hal yang dapat diketahui dari prasasti tersebut. Hal-hal yang dapat diketahui dari prasasti Tugu adalah :
  • Prasasti Tugu menyebutkan nama dua buah sungai yang terkenal di Punjab yaitu sungai Chandrabaga dan Gomati. Dengan adanya keterangan dua buah sungai tersebut menimbulkan tafsiran dari para sarjana salah satunya menurut Poerbatjaraka. Sehingga secara Etimologi (ilmu yang mempelajari tentang istilah) sungai Chandrabaga diartikan sebagai kali Bekasi.
  • Prasasti Tugu juga menyebutkan anasir penanggalan walaupun tidak lengkap dengan angka tahunnya yang disebutkan adalah bulan phalguna dan caitra yang diduga sama dengan bulan Februari dan April.
  • Prasasti Tugu yang menyebutkan dilaksanakannya upacara selamatan oleh Brahmana disertai dengan seribu ekor sapi yang dihadiahkan raja.

Candi : Candi Jiwo adalah salah satu peninggalan Kerajaan Tarumanegara

Kerajaan Mataram Kuno

v  Letak,Corak, dan Tahun Berdirinya

Letak : Kerajaan Mataram Kuno diperkirakan b  erdiri sejak awal abad ke-8. Pada awal berdirinya, kerjaan ini berpusat di Jawa Tengah. Akan tetapi, pada abad ke-10 pusat Kerajaan Mataram Kuno pindah ke Jawa Timur.

Corak : Hindu dan Buddha

Tahun Berdirinya Tahun 732 ( diperkirakan abad ke-8) Kerajaan Mataram Kuno bermula sejak pemerintahan Raja Sanjaya yang bergelar Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya. Ia memerintah Kerajaan Mataram Kuno hingga 732M.

Raja raja yang pernah berkuasa

Selama 178 tahun berdiri, kerajaan mataram kuno dipimpin oleh raja- raja, yaitu;

  1. Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya

(732-760 M)

  1. Sri Maharaja Rakai Panangkaran

(760-780 M)

  1. Sri Maharaja Rakai Panunggalan

(780-800 M)

  1. Sri Maharaja Rakai Warak (800-820 M)
  2. Sri Maharaja Rakai Garung (820-840 M)
  3. Sri Maharaja Rakai Pikatan (840-863 M)
  4. Sri Maharaja Rakai Kayuwangi (863-882 M)
  5. Sri Maharaja Rakai Watuhumalang

(882-898 M)

  1. Sri Maharaja Rakai Watukura Dyah Balitung (898-910 M)

Kehidupan Sosial

Kerajaan Mataram Kuno meskipun dalam praktik keagamaannya terdiri atas agama Hindu dan agama Buddha, masyarakatnya tetap hidup rukun dan saling bertoleransi. Sikap itu dibuktikan ketika mereka bergotong royong dalam membangun Candi Borobudur.

Masyarakat Hindu yang sebenarnya tidak ada kepentingan dalam membangun Candi Borobudur, tetapi karena sikap toleransi dan gotong royong maka mereka turut bekerja juga dalam pembangunan tersebut.

Keteraturan kehidupan sosial di Kerajaan Mataram Kuno juga dibuktikan adanya kepatuhan hukum pada semua pihak. Peraturan hukum yang dibuat oleh penduduk desa ternyata juga di hormati dan dijalankan oleh para pegawai istana. Semua itu bisa berlangsung karena adanya hubungan erat antara rakyat dan kalangan istana.

Kehidupan Politik

Untuk mempertahankan wilayah kekuasaannya, Mataram Kuno menjalin kerjasama dengan kerajaan tetangga, misalnya Sriwijaya, Siam dan India. Selain itu, Mataram Kuno juga menggunakan sistem perkawinan politik. Contohnya; pada masa pemerintahan Samaratungga yang berusaha menyatukan kembali Wangsa Syailendra dan Wangsa Sanjaya dengan cara anaknya yang bernama Pramodyawardhani(Wangsa Syailendra) dinikahkan dengan Rakai Pikatan (Wangsa Sanjaya).

Dengan adanya perkawinan politik ini, maka jalinan kerukunan beragama antara Hindu (Wangsa Sanjaya) dan Buddha (Wangsa Syailendra) semakin erat.

Kehidupan Pemerintahan

Kerajaan mataram merupakan kerajaan yang system pemerintahanya adalah kerajaan. System ini digunakan sejak berdirinya mataram kuno di abatd ke-8 hinaga runtuhnya di abad ke-11, Sistem ini dikenal dengan dinasti; dinasti Sanjaya, Pemerintahan dipegang oleh raja,Di mataram kuno terdapat beberpa bagian raja yaitu; Datu dan Sri Maharaja

Mataram kuno sejak abad ke-9 sudah menggunakan mata uang berupa emas dan perak untuk melakukan kegiatan perdangan. Dimana uang pada masa itu disebut tahil jawa. Dari sistem pemerintahan tersebut terdapat beberapa raja yang telah memerintah dibawah ini terdapat raja yang bergelar ratu dan Sri Maharaja yang memerintah mataram kuno  Sanjaya, pendiri Kerajaan Medang memerintah dari 723 M, Rakai Panangkaran, awal berkuasanya Wangsa Syailendra 770 M, Rakai Panunggalan alias Dharanindra, Rakai Warak alias Samaragrawira, Rakai Garung alias Samaratungga

Rakai Pikatan suami Pramodawardhani, awal kebangkitan Wangsa Sanjaya 840 M, Rakai Kayuwangi alias Dyah Lokapala berkuasa mulai dari 856 M – 880 M, Rakai Watuhumalang, Rakai Watukura Dyah Balitung, Mpu Daksa, Rakai Layang Dyah Tulodong, Rakai Sumba Dyah Waw

Kehidupan Kebudayaan Hindu-Buddha

Semangat kebudayaan masyarakat Mataram Kuno sangat tinggi. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya peninggalan berupa prasasti dan candi. Prasasti peniggalan dari Kerajaan Mataram Kuno, seperti prasasti Canggal (tahun 732 M), prasasti Kelurak (tahun 782 M), dan prasasti Mantyasih (Kedu).

Selain itu, juga dibangun candi Hindu, seperti candi Bima, candi Arjuna, candi Nakula, candi Prambanan, candi Sambisari, cadi Ratu Baka, dan candi Sukuh. Selain candi Hindu, dibangun pula candi Buddha, misalnya candi Borobudur, candi Kalasan, candi Sewu, candi Sari, candi Pawon, dan candi Mendut.

Proses Kehancuran

Kemunduran kerajaan Mataram Kuno disebabkan karena kedudukan ibukota kerajaan yang semakin lama semakin lemah dan tidak menguntungkan. Hal ini disebabkan oleh:

  1. Tidak memiliki pelabuhan laut sehingga sulit berhubungan dengan dunia luar
  2. Sering dilanda bencana alam oleh letusan Gunung Merapi
  3. Mendapat ancaman serangan dari kerajaan Sriwijaya

Oleh karena itu pada tahun 929 M ibukota Mataram Kuno dipindahkan ke Jawa Timur (di bagian hilir Sungai Brantas) oleh Empu Sindok. Pemindahan ibukota ke Jawa Timur ini dianggap sebagai cara yang paling baik. Selain Jawa Timur masih wilayah kekuasaan Mataram Kuno, wilayah ini dianggap lebih strategis. Hal ini mengacu pada letak sungai Brantas yang terkenal subur dan mempunyai akses pelayaran sungai menuju Laut Jawa. Kerajaan itu kemudian dikenal dengan Kerajaan Mataram Kuno di Jawa Timur atau Kerajaan Medang Kawulan.

Peninggalan

Komplek Candi Dieng di Wonosobo, JawaTengah, merupakan peninggalan candi Hindu pada masa Kerajaan Mataram Kuno.

Informasi Tambahan

  • Kerajaan Mataram Kuno juga dikenal dengan Kerajaan Mataram Hindu
  • Dulu kerajaan ini terkenal sebagai kerajaan yang kaya akan padi dan tambang emas
  • Salah satu sumber sejarah yaitu prasasti Canggal & prasati Metyasih/Balitung

Kerajaan ini menggunakan bahasa Sansakerta

KERAJAAN BALI KUNO

GEOGRAFIS

Kerajaan Bali kuno terletak dipulau Bali yang berada di sebelah timur pulau jawa.

Kerajaan bali mempunyai hubungan sejarah yang erat dengan kerajaan-kerajaan dipulau jawa khususnya jawa timur (singasari dan majapahit).

KEHIDUPAN POLITIK

Pada prasasti tertua diBali (tahun 882 M) memberitakanperintah membuat pertapaan & pasanggrahan di Bukit Kintamani, tetapi tidak disebutkan raja yang memerintah.

Demikian juga prasasti berangka tahun 911 M, yang isinya memberi izin kepada penduduk Desa Trunyaan membangun tempat suci bagi pemujaan Bhattara da Tonta.

Munculnya kerajaan bali dapat diketahui melalui prasasti Blanjong (Sanur) yang berangka tahun 914 M yang ditulis dengan huruf Pranagari dan Kawi, sedangkan bahasanya ialah Bali Kuno dan Sanskerta.

RAJA-RAJA YANG MEMERINTAH DI KERAJAAN BALI :

  • Raja Pertama ialah Kesari Warmadewa yang bertakhta di Istana Singhadwala dan merupakan raja yang mendirikan Dinasti Warmadewa. Dua tahun kemudian ia digantikan Ugrasena.
  • Raja Ugrasena(915-942) bertakhta di Istana singhamandawa & ia meninggalkan sembilan prasasti yang umumnya berisi pembebasan pajak untuk daerah – daerah tertentu.
  • Raja ke-3 adalah Aji Tabanendra Warmadewa (955-967) ia memerintah bersama permaisurinya yaitu Sri Subadrika Dharmadewi.
  • Raja ke-4 adalah Janasadhu Warmadewa (975-983).
  • Tahun 983 muncul raja wanita yang bernama Sri Wijaya Mahadewi, yang kemudian digantikan oleh Udayana Warmadewa.
  • Udayana Warmadewa memerintah bersama permaisurinya yaitu Gunapriya Dharmapatni yang lebih dikenal Mahendradatta, mereka memerintah bersama sampai tahun 1001 M, karena pada tahun itu Mahendradatta meninggal. Udayana meneruskan pemerintahannya sampai tahun 1011 M. Udayana memiliki 3 orang anak yaitu Airlangga, Marakata, dan Anak Wungsu. Karena Airlangga menjadi menantu Dharmamangsa di Jawa Timur, maka yang menggantikan Udayana adalah Marakata.
  • Raja Marakata (1011-1022) bergelar Dharmawangsawardhana Marakata Pangkajasthana Uttunngadewa , ia dianggap sebagai kebenaran hukum yang selalu memerhatikan dan melindungi rakyat, maka ia disegani & ditaati oleh rakyatnya. Pengganti Marakata ialah Anak Wungsu.
  • Anak Wungsu (1049-1077) adalah raja yang paling banyak meninggalkan prasasti (kurang lebih 28 buah prasasti) dan ia berhasil mewujudkan kerajaan             yang damai, aman, dan sejahtera. Anak Wungsu dianggap oleh rakyatnya sebagai penjelmaan Dewa Hari (Dewa kebaikan), dan masa pemerintahannya gemilang. Anak Wungsu berhasil membangun kompleks percandian di Gunung Kawi, dan setelah ia meninggal, ia didharmakan di candi tersebut.
  • Raja Jayasakti (1135-1150), pada saat itu agama Buddha, Siwaisme, dan Waisnama berkembang dengan baik, dan ia disebut sebagai penjelmaan       Dewa Wisnu. Kitab undang-undang yang berlaku pada saat         itu adalah Utara Widdhi Balawan dan Raja Wacana/Rajaniti.
  • Raja Jayapangus (1177-1181) yang dianggap sebagai penyelamat rakyat yang terkena malapetaka karena melalaikan ibadah, ia mendapat wahyu dari dewa untuk mengajak rakyat mengadakan ritual agama yang sekarang dikenal dengan Upacara Galungan. Kitab yang digunakan adalah kitab Mana Wakamandaka.
  • Setelah Jayapangus, Bali diperintah oleh raja-raja yang lemah. Bali kemudian berhasil ditaklukan oleh Gajah Mada dan menjadi wilayah kekuasaan Malapahit.

Kehidupan Sosial Ekonomi

Struktur masyarakat pada masa Kerajaan Bali Kuno sesuai dengan kebudayaan Hindu India.

Yaitu dengan sistem kasta yang disebut caturwarna. Untuk masyarakat yang diluar kasta disebut budak / njaba.

Selain itu dalam sistem keluarga Bali yang berkaitan dengan pemberian nama anak.

Misalnya: Wayan, Made, Nyoman, dan Ktut. Untuk anak pertama dari golongan brahmana dan kesatria disebut Putu.

Kehidupan ekonomi masyarakatnya bertumpu pada pertanian. Beberapa istilah yang berkaitan dengan bercocok tanam ialah:

  • Sawah
  • Parlak(sawah kering)
  • Gaga(ladang)
  • Kebwan(kebun)
  • Kasuwakan(irigasi)

Selain bercocok tanam ada yang berkerja disektor kerajinan, seperti membuat barang-barang kerajinan dari emas &perak, peralatan rumah tangga dan alat-alat pertanian. Ada juga yang berkerja sebagai pemahat dan pelukis.

Kegiatan perdagangannya pun sudah cukup maju. Dibeberapa desa terdapat golongan saudagar yang disebut wanigrama dan wanigrami. Mereka memiliki pejabat yang mengurus kegiatan perdagangan yang disebut banigrama/banigrami.

KEHIDUPAN BUDAYA

Masuknya kebudayaan Hindu-Buddha ke Bali berpengaruh besar pada masyarakatnya, agama Hindu diBali telah bercampur dengan adat-istiadat sehingga Hindu khas Bali disebut Hindu Dharma.

Agama Buddha juga berkembang walau tak sepesat agama Hindu.

Karena dapat diketahui dari jumlah pendeta Hindu yang bergelar dang acarrya lebih bayak daripada pendeta agama Buddha yang bergelar dang upadhyaya.

Di bidang budaya berkaitan dengan kehidupan keagamaan dapat dilihat dari bangunan peninggalan masa kuno seperti Candi Padas di Gunung Kawi dan Pura Agung Besakih

Agama Hindu dan Buddha dapat hidup berdampingan seacara damai menunjukan adanya toleransi yang tinggi dalam masyarakat Bali.

KERAJAAN – KERAJAAN ISLAM DI NUSANTARA

 

Letak, Kehidupan politik, ekonomi, sosial dan budaya serta faktor kemunduran dan kemajuan dari kerajaan islam di indonesia

Kerajaan Samudera Pasai

  1. Letak geografis

Letak geografis terletak di Pantai Timur Pulau Sumatera bagian utara berdekatan dengan jalur pelayaran internasional (Selat Malaka).

  1. Kehidupan politik

Pendiri Kerajaan Samudera Pasai adalah Nazimuddin al-Kamil (berasal dari Mesir) yang membawa Kerajaan Samudera Pasai menjadi berkembang cukup pesat. Raja pertama Samudera Pasai adalah Marah Silu (Malik as-Saleh). Ia meninggal lalu digantikan oleh putranya yang bernama Malik ath-Thahir.

  1. Kehidupan ekonomi

Letak Kerajaan Samudera Pasai yang strategis, mendukung kreativitas mayarakat untuk terjun langsung ke dunia maritim. Samudera pasai juga mempersiapkan bandar – bandar yang digunakan untuk:

  1. Menambah perbekalan untuk pelayaran selanjutnya
  2. Mengurus masalah – masalah perkapalan
  3. Mengumpulkan barang – barang dagangan yang akan dikirim ke luar negeri
  4. Menyimpan barang – barang dagangan sebelum diantar ke beberapa daerah di Indonesia
  5. Kehidupan Sosial

Kehidupan sosial masyarakat Kerajaan Samudera Pasai diatur menurut aturan – aturan dan hukum – hukum Islam. Dalam pelaksanaannya banyak terdapat persamaan dengan kehidupan sosial masyarakat di negeri Mesir maupun di Arab. Karena persamaan inilah sehingga daerah Aceh mendapat julukan Daerah Serambi Mekkah.

  1. Kehidupan Budaya

Kerajaan Samudera Pasai berkembang sebagai penghasil karya tulis yang baik. Beberapa orang berhasil memanfaatkan huruf Arab yang dibawa oleh agama Islam untuk menulis karya mereka dalam bahasa Melayu, yang kemudian disebut dengan bahasa Jawi dan hurufnya disebut Arab Jawi. Selain itu juga berkembang ilmu tasawuf yang diterjemahkan ke dalam bahasa Melayu.

  1. Faktor kemajuan

Perkembangan ekonomi masyarakat Kerajaan Samudera Pasai bertambah pesat, sehingga selalu menjadi perhatian sekaligus incaran dari kerajaan – kerajaan di sekitarnya. Setelah Samudera Pasai dikuasai oleh Kerajaan Malaka maka pusat perdagangan dipindahkan ke Bandar Malaka.

  1. Faktor kemunduran

Beberapa faktor penyebab kemunduran kerajaan Samudera Pasai :

  1. Kerajaan Majapahit berambisi menyatukan Nusantara,
  2. Berdirinya Bandar Malaka yang letaknya lebih strategis,
  3. Setelah Sultan Malik at-Thahir meninggal, tidak ada yang menggantikan sehingga penyebaran agama Islam diambil kerajaan Aceh.

Kerajaan Aceh

  1. Letak Geografis

Letak geografis terletak di Pulau Sumatera bagian utara dekat jalur pelayaran dan perdagangan internasional saat itu.

  1. Kehidupan politik

Corak pemerintahan Aceh adalah pemerintahan sipil dan pemerintahan atas dasar agama. Pendiri kerajaan Aceh adalah Mudzaffar Syah. Raja yang pernah memerintah kerajaan Aceh adalah Sultan Ali Mughayat Syah, Sultan Salahudin, Sultan Alauddin Riayat, Sultan Iskandar Muda, Sultan Iskandar Thani.

  1. Kehidupan ekonomi

Dalam masa kejayaannya, perekonomian Aceh berkembang pesat. Daerahnya yang subur banyak menghasilkan lada. Kekuasaan Aceh atas daerah-daerah pantai Timur dan Barat Sumatera menambah jumlah ekspor ladanya. Penguasaan Aceh atas beberapa daerah di Semenanjung Malaka menyebabkan bertambahnya bahan ekspor penting seperti timah dan lada yang dihasilkan di daerah itu.

  1. Kehidupan sosial

Lapisan sosial masyarakat Aceh berbasis pada jabatan struktural, kualitas keagamaan dan kepemilikan harta benda. Mereka yang menduduki jabatan struktural di kerajaan menduduki lapisan sosial tersendiri, lapisan teratasnya adalah sultan, dibawahnya ada para penguasa daerah. Sedangkan lapisan berbasis keagamaan merupakan lapisan yang merujuk pada status dan peran yang dimainkan oleh seseorang dalam kehidupan keagamaan. Dalam lapisan ini, juga terdapat kelompok yang mengaku sebagai keturunan Nabi Muhammad. Mereka ini menempati posisi istimewa dalam kehidupan sehari-hari, yang laki-laki bergelar Sayyed, dan yang perempuan bergelar Syarifah. Lapisan sosial lainnya dan memegang peranan sangat penting adalah para orang kaya yang menguasai perdagangan, saat itu komoditasnya adalah rempah-rempah, dan yang terpenting adalah lada.

  1. Kehidupan budaya

Aceh sering disebut sebagai Negeri Serambi Mekah, karena Islam masuk pertama kali ke Indonesia melalui kawasan paling barat pulau Sumatera ini. Orang Aceh mayoritas beragama Islam dan kehidupan mereka sehari-hari sangat dipengaruhi oleh ajaran Islam ini. Oleh sebab itu, para ulama merupakan salah satu sendi kehidupan masyarakat Aceh. Pengaruh Islam yang sangat kuat juga tampak dalam aspek bahasa dan sastra Aceh. Peninggalan Islam di Nusantara banyak di antaranya yang berasal dari Aceh, seperti Bustanussalatin dan Tibyan fi Ma‘rifatil Adyan karangan Nuruddin ar-Raniri pada awal abad ke-17 ; Kitab Tarjuman al-Mustafid yang merupakan tafsir Al Quran Melayu pertama karya Shaikh Abdurrauf Singkel tahun 1670-an; dan Tajussalatin karya Hamzah Fansuri. Ini bukti bahwa Aceh sangat berperan dalam pembentukan tradisi intelektual Islam di Nusantara. Karya sastra lainnya, seperti Hikayat Prang Sabi, Hikayat Malem Diwa, Syair Hamzah Fansuri, Hikayat Raja-Raja Pasai, Sejarah Melayu, merupakan bukti lain kuatnya pengaruh Islam dalam kehidupan masyarakat Aceh.

  1. Faktor kemajuan

Beberapa faktor penyebab kemajuaan kerajaan ini adalah :

  1. Kerajaan Aceh didirikan oleh Sultan Ibrahim pada tahun 1514.
  2. Letaknya strategis di pintu gerbang pelayaran internasional.
  3. Pelabuhan Olele memiliki persyaratan sebagai pelabuhan dagang yang baik.
  4. Aceh kaya akan tanaman lada.
  5. Aceh bekembang pesat setelah Malaka dikuasai Portugis.
  6. Para pedagang Islam memindahkan kegiatan berdagang dari Malaka ke Aceh. Aceh mencapai kejayaannya pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda (1607-1635). Karena menjadi pusat agama Islam, Aceh sering disebut Serambi Mekah.
  7. Faktor kemunduran

Beberapa faktor penyebab kemunduran kerajaan ini adalah :

  1. Kekalahan perang antara Aceh melawan Portugis (1629).
  2. Pengganti Sultan Iskandar Muda kurang Cakap.
  3. Permusu han antara kaum muda.
  4. Daerah yang jauh dari pemerintahan pusat, melepaskan diri dari Aceh.

Kerajaan Demak

  1. Letak Geografis

Letaknya di daerah Jawa Tengah dan menjadi kerajaan Islam pertama di Jawa.

  1. Kehidupan politik

Raja pertama kerajaan Demak adalah Raden Patah, dimana selama pemerintahannya kerajaan Demak berkembang dengan pesat sebagai pusat perdagangan dan penyebaran agama Islam.

  1. Kehidupan ekonomi

Dilihat dari segi ekonomi, Demak sebagai kerajaan maritim, menjalankan fungsinya sebagai penghubung atau transit daerah penghasil rempah-rempah di bagian timur dengan Malaka sebagai pasaran di bagian barat. Perekonomian Demak dapat berkembang dengan pesat di dunia maritim karena didukung oleh penghasil dalam bidang agraris yang cukup besar.

  1. Kehidupan sosial

Kehidupan sosial Demak diatur oleh hukum-hukum Islam, namun juga masih menerima tradisi lama. Dengan demikian, muncul sistem kehidupan sosial yang telah mendapat pengaruh Islam.

  1. Kehidupan budaya

Di bidang budaya, terlihat jelas dengan adanya pembangunan Masjid Agung Demak yang terkenal dengan salah satu tiang utamanya terbuat dari kumpulan sisa-sisa kayu yang dipakai untuk membuat masjid itu sendiri yang disebut soko tatal. Di pendapa (serambi depan masjid) itulah Sunan Kalijaga (pemimpin pembangunan masjid) meletakkan dasar-dasar syahadatain (perayaan Sekaten). Tujuannya ialah untuk memperoleh banyak pengikut agama Islam. Tradisi Sekaten itu sampai sekarang masih berlangsung di Yogyakarta, Surakarta, dan Cirebon.

  1. Faktor Kemajuan

Beberapa faktor penyebab kemajuaan kerajaan ini adalah :

  1. Mundur dan runtuhnya Majapahit,
  2. Raden Patah, seorang keturunan Raja Majapahit Brawijaya V mendapat dukungan dari parawali yang sangat dihormati,
  3. Banyak adipati pesisir yang tidak puas dengan majapahit dan mendukung Raden Patah,
  4. Jatuhnya Malaka ke tangan Portugis
  5. Pusaka kerajaan Majapahit sebagai lambang pemegang kuasa diberikan kepada Raden Patah.
  6. Faktor kemunduran

Beberapa faktor penyebab kemunduran kerajaan ini adalah :

  1. Terjadi pertikaian antarkeluarga sepeninggal Sultan Trenggana,
  2. Naiknya Arya Penangsang ke tahta kerajaan,
  3. Arya Penangsang dapat dikalahkan Jaka Tingkir.

Kerajaan Banten

  1. Letak geografis

Terletak di ujung barat Pulau Jawa, yaitu di daerah Banten, Jawa Barat.

  1. Kehidupan politik

Pendiri kerajaan ini adalah Hasanudin yang mencapai kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa. Raja – raja yang memerintah kerajaan ini adalah : Panembahan Yusuf, Maulana Muhammad, Abu Mufakir, dan Sultan Ageng Tirtayasa.

  1. Kehidupan Ekonomi

Kehidupan ekonomi kerajaan Banten bertumpu pada bidang perdagangan karena memiliki bahan ekspor penting, yaitu lada sebagai daya tarik yang kuat bagi pedagang asing.

  1. Kehidupan sosial

Kerajaan Banten menerapkan sistem timbal balik, Kerajaan akan membina hubungan baik terhadap Negara manapun yang ingin membina hubungan baik dengan Kerajaan, tapi sebaliknya Kerajaan Banten menerapkan sistem perlawanan terhadap bangsa manapun yang ingin menganggu kedaulatan Kerajaan. Sayangnya ini hanya berlangsung pada masa Sultan Ageng Tirtayasa saja, karena pada masa kepemimpinan Sultan Haji Kerajaan Banten justru mengalami keruntuhan karena pada masa itu Kerajaan Banten berada dibawah naungan Belanda yang ingin menguasai pemerintah dan perekonomian Banten sepeunuhnya. Sejak kematian Sultan Ageng Tirtayasa pemerintahan Kerajaan Banten mengalami banyak kemunduran karena terjadi perebutan tahta dan perang saudara hingga akhirnya Banten dikuasai oleh Belanda.

  1. Kehidupan budaya

Hasil peninggalan kebudayaan yang bersifat materi dari Kerajaan Banten berupa bangunan-bangunan yang bentuk dan ukirannya mendapatkan pengaruh dari kebudayaan Islam. Contoh dari peninggalan tersebut bisa kita lihat pada adanya pembangunan masjid yang pada masa Kesultanan Banten, masjid dijadikan sebagai tempat untuk melaksanakan ibadah. Contoh dari masjid tersebut antara lain Masjid Kasunyata, Masjid Agung, Masjid Banten, Masjid Caringin, Masjid Palinan, serta Masjid-masjid lainnya. Selain masjid hasil peninggalan kebudayaan berupa materi berupa hasil karya sastra berupa nyanyian-nyanyian bernada islami, teknik membaca Al-quran, serta hikayat mengenai cerita-cerita bertema islam. Selain peninggalan satra juga terdapat bangunan peninggalan istana pada masa Kesultanan Banten, contoh dari bangunan tersebut adalah Gedung Timayah, Keraton Kalibon, dan Keraton Surosowan. Bangunan-bangunan tersebut adalah peninggalan materi yang bercorak islam karena dibangun pada masa kekusaan Kerajaan Banten yang bercorak islam.

  1. Faktor kemajuan

Beberapa faktor penyebab kemajuaan kerajaan ini adalah :

  1. Letaknya sangat strategis, yaitu di Selat Sunda,
  2. Pelabuhan kerajaan Banten memenuhi persyaratan yang baik,
  3. Jatuhnya Malaka ke tangan Portugis.
  4. Faktor kemunduran

Beberapa faktor penyebab kemunduran kerajaan ini adalah :

  1. Mangkatnya Raja Besar Banten Maulana Yusuf dan tidak ada yang menggantikannya,
  2. Perang saudara antara saudara Maulana Yusuf dengan pembesar Kerajaan Banten.

Kerajaan Makassar/Gowa-Tallo

  1. Letak geografis

Terletak di Sulawesi Selatan yang memiliki posisi yang penting karena dekat dengan jalur pelayaran perdagangan Nusantara.

  1. Kehidupan politik

Raja pertama kerajaan Makassar adalah Sultan Alauddin. Ia raja pertama yang memeluk agama Islam. Dan selama pemerintahannya, ia membuat masyarakat Makassar menjadi sejahtera. Selain Sultan Alauddin, ada Sultan Muhammad Said, Sultan Hasanuddin, dan Raja Mapasomba yang pernah memerintah kerajaan Makassar.

  1. Kehidupan ekonomi

Kehidupan ekonomi kerajaan ini bertumpu pada perdagangan dan pelayaran. Dengan berkembangnya Makassar sebagai pusat perdagangan wilayah timur, mengakibatkan warga asing berdagang di Makasar.

  1. Kehidupan sosial

Kehidupan sosial Kerajaan Makassar adalah feodal. Masyarakat Makassar dibebankan atas tiga lapisan atau kelas. Kelas tertinggi bergelar karaeng yang terdiri dari kaum bangsawan, tumasaraq adalah gelar untuk rakyat biasa, dan ata untuk hamba sahaya.

  1. Kehidupan budaya

Hasil kebudayaan yang cukup menonjol dari Kerajaan Makassar adalah keahlian masyarakatnya membuat perahu layar yang disebut pinisi dan lambo.

  1. Faktor kemajuan

Beberapa faktor penyebab kemajuaan kerajaan ini adalah :

  1. Kerajaan Makassar sebagai pusat persinggahan para pedagang internasional.
  2. Kerajaan Makassar sebagai pusat perdagangan wilayah timur
  3. Faktor kemunduran

Beberapa faktor penyebab kemunduran kerajaan ini adalah :

  1. Di kerajaan Makssar terjadi pertentangan keluarga bangsawan,
  2. Tidak ada regenerasi yang cakap.

Kerajaan Perlak

  1. Letak geografis

Terletak di pesisir timur daerah Aceh yang tepatnya berada di daerah Aceh Timur.

  1. Kehidupan politik

Sultan Perlak ke-17, Sultan Makhdum Alaiddin Malik Muhammad Amin Shah II Johan berdaulat, melakukan politik persahabatan dengan negeri-negeri tetangga. Ia menikahkan dua orang puterinya, yaitu: Putri Ratna Kamala dinikahkan dengan Raja Kerajaan Malaka, Sultan Muhammad Shah (Parameswara) dan Putri Ganggang dinikahkan dengan Raja Kerajaan Samudera Pasai, Malik al-Saleh.

  1. Kehidupan ekonomi

Kerajaan Perlak merupakan negeri yang terkenal sebagai penghasil kayu Perlak, yaitu kayu yang berkualitas bagus untuk kapal. Tak heran kalau para pedagang dari Gujarat, Arab dan India tertarik untuk datang ke sini. Pada awal abad ke-8, Kerajaan Perlak berkembang sebagai bandar niaga yang amat maju. Kondisi ini membuat maraknya perkawinan campuran antara para saudagar muslim dengan penduduk setempat. Efeknya adalah perkembangan Islam yang pesat dan pada akhirnya munculnya Kerajaan Islam Perlak sebagai kerajaan Islam pertama di Indonesia.

  1. Kehidupan sosial
  2. Kehidupan budaya
  3. Faktor kemajuan

Beberapa faktor penyebab kemajuaan kerajaan ini adalah Kerajaan Perlak mengalami masa kejayaan dimana hal ini di sebabkan karena pusat pelayaran dan perdagangan strategis,karena terletak di tepi selat Malaka.

  1. Faktor kemunduran

Kerajaan perlak mengalami kemunduran karena adanyan perkembangan kerajaan Malaka sehingga pusat pelayaran perdagangan beralih ke Malaka.

Kerajaan Mataram Islam

  1. Letak Geografis

Kerajaan Mataram terletak di Jawa Tengah dengan daerah intinya disebut Bhumi Mataram. Daerah tersebut dikelilingi oleh pegunungan dan gunung-gunung, seperti Pegunungan Serayu, Gunung Prau, Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Gunung Ungaran, Gunung Merbabu, Gunung Merapi, Pegunungan Kendang, Gunung Lawu, Gunung Sewu, Gunung Kidul. Daerah itu juga dialiri banyak sungai, diantaranya Sungai Bogowonto, Sungai Progo, Sungai Elo, dan yang terbesar dalah Sungai Bengawan Solo.

  1. Kehidupan politik

Raja pertama yang memerintah adalah Sutawijaya yang bergelar Panembahan Senopati Ing Alaga Sayidin Panatagama. Setelah Sutawijaya wafat, digantikan oleh putranya yaitu Mas Johang yang bergelar Sultan Anyakrawati.

  1. Kehidupan ekonomi

Kerajaan Mataram adalah kelanjutan dari Kerajaan Demak dan Pajang. Kerajaan ini menggantungkan kehidupan ekonominya dari sektor agraris. Hal ini karena letaknya yang berada di pedalaman. Akan tetapi, Mataram juga memiliki daerah kekuasan di daerah pesisir utara Jawa yang mayoritas sebagai pelaut. Daerah pesisir inilah yang berperan penting bagi arus perdagangan Kerajaan Mataram.

  1. Kehidupan sosial

Kehidupan sosial Kerajaan Syailendra, ditafsirkan sudah teratur. Hal ini dilihat melalui cara pembuatan candi yang menggunakan tenaga rakyat secara bergotong-royong. Di samping itu, pembuatan candi ini menunjukkan betapa rakyat taat dan mengkultuskan rajanya.

  1. Kehidupan budaya

Sultan Agung pada masa pembangunan meningkatkan daerah persawahan dan memprogramkan pemindahan petani ke daerah krawang yang subur.

Kehidupannya agraris sehingga Masyarakatnya bersifat FEODAL yang menyebabkan munculnya sitem TUAN TANAH ( Sistem feodalisme) di jawa

Muncul kebudayaan KEJAWEN atau akulturasi kebudayaan JAWA-Hindu-Buda-Islam

Berkembang Seni tari,sastra pahat

Pada masa pemerintahannya Sultan Agung mengarang kitab sastra gendhing yang berupa filsafat,antaralain Kitab NITISASTRA dan ASTABRATA yang berisi ajaran tabiat baik yang bersumber pada RAMAYANA

Mulai dikenal Upacara GAREBEG yang bersumber pada pemujaan roh nenek moyang yang berupa kenduri gunungan merupakan tradisi sejak jaman Majapahit.contoh : Garebeg SYAWAL dan Garebeg MAULUD

  1. Faktor kemajuan

Kerajaan Mataram mencapai puncak kejayaan pada masa Sultan Agung. Beliau banyak berjasa dalam bidang kebudayaan dan agama. Beliau mengarang Serat Sastra Gending yang berisi filsafat Jawa, menciptakan penanggalan tahun Jawa, dan memadukan unsur Jawa dan Islam, seperti penggunaan gamelan dalam perayaan Sekaten untuk memperingati Maulud Nabi.

  1. Faktor kemunduran

Kemunduran Mataram Islam berawal saat kekalahan Sultan Agung merebut Batavia dan menguasai seluruh Jawa dari Belanda. Setelah kekalahan itu, kehidupan ekonomi rakyat tidak terurus karena sebagian rakyat dikerahkan untuk berperang.

Sebab –sebab kegagalan Sultan Agung dalam mewujudkan persatuan pulau jawadan mengusir VOC dan Batavia :

  1. Kurangnya perbekalan makanan
  2. Kalah persenjataan
  3. Jarak Mataram – Jakarta sangat jauh jauh
  4. Tentara Mataram terjangkit wabah penyakit

Kerajaan Pajang

  1. Letak geografis

Terletak di daerah Kartasura, dekat Surakarta/Solo, Jawa Tengah.

  1. Kehidupan politik

Setelah Sultan Trenggono meninggal, Demak dilanda perang saudara antara Pangeran Prawoto (anak Trenggono) dengan Pangeran Sekar Sedo Lepen (adik Trenggono) dan dimenangkan Prawoto. Aryo Penangsang, anak Pangeran Sedo Lepen tidak dapat menerima kematian ayahnya. Kemudian Aryo Penangsang membunuh Pangeran Prawoto dan keluarganya. Pangeran Prawoto mempunyai putra benama Arya Pangiri. Dengan bantuan Joko Tingkir (adik ipar Trenggono), Arya Pangiri membalas kematian ayahnya. Kemudian Joko Tingkir naik takhta dan memindahkan pusat pemerintahan ke Pajang pada 1552. Joko Tingkir menjadi raja pertama Kerajaan Pajang dan bergelar Sultan Adiwijaya. Pengangkatan Joko Tingkir sebagai raja Pajang disahkan oleh Sunan Giri dan mendapat pengakuan pea adipati di Jawa. Saat itu Demak hanya sebagai daerah kecil yang dipimpin Arya Pangiri. Di antara pengikut Adiwijaya yang dianggap berjasa adalah Kyai Gede Pemanahan. Kyai ini diberi hadiah tanah pemukiman di Mataram (Kota-Gede, Yogyakarta). Kyai Gede Pemanahan dianggap sebagai perintis berdirinya kerajaan Mataram Islam. Kyai Gede Pemanahan meninggal pada 1575 dan diganti putranya yang benama Sutawijaya. Joko Tingkir wafat pada 1582 dan digantikan putranya, yaitu Pangeran Benowo. Beberapa lama kemudian Pangeran Benowo disingkirkan Arya Pangiri (anak Prawoto dari Demak). Kerajaan Pajang kemudian diperintah Arya Pangiri, namun ia tidak disukai rakyat sehingga timbul perlawanan yang dipimpin Pangeran Benowo yang dibantu Sutawijaya. Perlawanan itu berhasil, kemudian Sutawijaya naik takhta dan memindahkan pusat pemerintahan ke Mataram. Sutawijaya menjadi raja pertama di Kerajaan Mataram.

  1. Kehidupan ekonomi

Pajang terletak di daerah pedalaman sehingga kerajaan ini menitikberatkan mata peneaharianya dari pertanian dengan hasil utamanya beras.

  1. Kehidupan sosial
  2. Kehidupan budaya
  3. Faktor kemajuan

Beberapa faktor penyebab kemajuaan kerajaan ini adalah :

  1. Sultan Adiwijaya memperluas kekuasaannya di Jawa pedalaman,
  2. Ditundukkannya Kediri pada tahun 1577,
  3. Bidang kesusastraan dan kesenian yang sudah maju di Demak dan Jepara lambat lau dikenal di pedalaman Jawa.
  4. Faktor kemunduran

Beberapa faktor penyebab kemunduran kerajaan ini adalah :

  1. Perluasan wilayah tidak dapat dijalankan secara maksimal,
  2. Kesultanan Pajang kalah pamor terhadap Mataram.

Kerajaan Ternate-Tidore

 

 

 

 

 

 

ulilima

:persekutuan lima bersaudara yg terdiri pulau ternate,obi,bacan,seram dan ambon

 

Ulisiwa 9persekutuan Sembilan Negara terdiri pulau makyan,jailolo,atau Halmahera dan pulau sampaidaerah papua barat

 

  1. Letak geografis

Secara geografis kerajaan ternate dan tidore terletak di Kepulauan Maluku, antara sulawesi dan irian jaya letak terletak tersebut sangat strategis dan penting dalam dunia perdagangan masa itu.

  1. Kehidupan politik

Di kepulauan Maluku terdapat kerajaan kecil, diantaranya Kerajaan Ternate sebagai pemimpin Uli Lima yaitu persekutuan lima bersaudara. Uli Siwa yang berarti persekutuan sembilan bersaudara. Ketika bangsa Portugis masuk, Portugis langsung memihak dan membantu Ternate, hal ini dikarenakan Portugis mengira ternate lebih kuat. Begitu pula bangsa Spanyol memihak Tidore akhirnya terjadilah peperangan antara dua bangsa kulit  putih, untuk menyelesaikan, Paus turun tangan dan menciptakan Perjanjian Saragosa. Dalam perjanjian tersebut bangsa Spanyol harus meninggalkan maluku dan pindah ke Filipina, sedangkan Portugis tetap berada di maluku. Raja pertama kerajaan ini adalah Sultan Hairun. Setelah ia meninggal, ia digantikan oleh putranya yang bernama Sultan Baabullah.

  1. Kehidupan ekonomi

Tanah di Kepulauan Maluku itu subur dan diliputi hutan rimba yang banyak memberikan hasil diantaranya cengkeh dan di kepulauan Banda banyak menghasilkan pala. Pada abad ke 12 M permintaan rempah-rempah meningkat, sehingga cengkeh merupakan komoditi yang penting. Pesatnya perkembangan perdagangan keluar dari maluku mengakibatkan terbentuknya persekutuan. Selain itu mata pencaharian perikanan turut mendukung perekonomian masyarakat.

  1. Kehidupan sosial

Kedatangan bangsa portugis di kepulauan Maluku bertujuan untuk menjalin perdagangan dan mendapatkan rempah-rempah. Bangsa Portugis juga ingin mengembangkan agama katholik. Dalam 1534 M, agama Katholik telah mempunyai pijakan yang kuat di Halmahera, Ternate, dan Ambon, berkat kegiatan Fransiskus Xaverius. Sebagian dari daerah maluku terutama Ternate sebagai pusatnya, sudah masuk agama islam. Oleh karena itu, tidak jarang perbedaan agama ini dimanfaatkan oleh orang-orang Portugis untuk memancing pertentangan antara para pemeluk agama itu. Dan bila pertentangan sudah terjadi maka pertentangan akan diperuncing lagi dengan campur tangannya orang-orang Portugis dalam bidang pemerintahan, sehingga seakan-akan merekalah yang berkuasa. Setelah masuknya kompeni Belanda di Maluku, semua orang yang sudah memeluk agama Katholik harus berganti agama menjadi Protestan. Hal ini menimbulkan masalah-masalah sosial yang sangat besar dalam kehidupan rakyat dan semakin tertekannya kehidupan rakyat. Keadaan ini menimbulkan amarah yang luar biasa dari rakyat Maluku kepada kompeni Belanda. Di Bawah pimpinan Sultan Ternate, perang umum berkobar, namun perlawanan tersebut dapat dipadamkan oleh kompeni Belanda. Kehidupan rakyat Maluku pada zaman kompeni Belanda sangat memprihatinkan sehingga muncul gerakan menentang Kompeni Belanda.

  1. Kehidupan budaya

Rakyat Maluku, yang didominasi oleh aktivitas perekonomian tampaknya tidak begitu banyak mempunyai kesempatan untuk menghasilkan karya-karya dalam bentuk kebudayaan. Jenis-jenis kebudayaan rakyat Maluku tidak begitu banyak kita ketahui sejak dari zaman berkembangnya kerajaan-kerajaan Islam seperti Ternate dan Tidore.

  1. Faktor kemajuan

Beberapa faktor penyebab kemajuaan kerajaan ini adalah :

  1. Raja Tidore mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Nuku,
  2. Wilayah kekuaaan Tidore cukup luas,
  3. Pengganti Sultan Nuku adalah adiknya.
  4. Faktor kemunduran

Beberapa faktor penyebab kemunduran kerajaan ini adalah :

  1. Adu domba Kerajaan Tidore yang dilakukan bangsa asing,
  2. VOC berhasil menguasai perdagangan rempah – rempah di Maluku.

Soal :

1.siapakah sultan Hairun dan Sultan nuku ?

2.sebutkan isi perjanjian saragosa dan Tordessillas ?

3.Sebutkan uli siwa dan ulilima ?

4.apa yang kamu ketahui tentang Benteng sao Paulo ?

5.Sebutkan tindakan Belanda yang bertindak sewenang – wenang di Maluku ?

Jawab

1.sultan hairun adalah

-SULTAN yang berasal dari ternate yang berjuang mengusir portugis dari maluku

1.sultan Hairun adalah sultanyang berasal dari ternate yang gigih melawan Bangsa Asing ( Portugis ) yang kemudian perjuangannya dilanjutkan putranya yang bernama Sultan Baabullah.

Sultan Baabullah dapat meluaskan daerah kekuasaannya di MALUKU .Daerah kekuasaanterbentang antara Sulawesi dan Papua ( KE BARAT ) dan kePulau Buton ( barat ) Mindanao selatan ( pilipina ), seiatan ( P.Bima ( Nusa tenggara ) sehingga mendapat julukan “ TUAN DARI TUJUH PULAU DARI DUA PULAU “

Sultan Nuku adalah sultan yang berasal dari Tidore yang pada tahun 1780 bangkit melawan VOC.Sultan NUKU berhasil menyatukan TERNATE DAN TIDORE.

Sepeninggal Sultan Nuku tidak ada lagi perlawanan yang kuat melawan VOC. Baru abad 19 baru muncul lagi tokoh yaitu PATTIMURA

2.Isi perjanjian saragosa ( 22 April 1529 ):

Spanyol harus meninggalkan Maluku dan memusatkan kekuasaannyadi Pilipina dan Bangsa Portugis tetap di Maluku

Isi perjanjian tordessilas ( 13 januari 1950 )

1.Bumi dibagi atas dua pengaruh,yaitu pengaruh Bangsa Spanyol dan Portugis

2.Wilayah kekuasaan Spanyol membentang dari Meksico kearah barat sampai kepulauan Pilipina dan wilayah kekuasaan Portugis membentang dari Brasil kearah timur sampai kepulauan Maluku.

3.Uli siwa :

ulilima

:persekutuan lima bersaudara yg terdiri pulau ternate,obi,bacan,seram dan ambon

 

Ulisiwa 9persekutuan Sembilan Negara terdiri pulau makyan,jailolo,atau Halmahera dan pulau sampaidaerah papua barat

3.Benteng Sao Paulo

Kerajaan Cirebon

  1. Letak geografis

Terletak di Pantai Utara Jawa Barat dan menjadi kerajaan Islam pertama di Jawa Barat.

  1. Kehidupan politik

Sumber-sumber setempat menganggap pendiri Cirebon adalah Walangsungsang, namun orang yang berhasil meningkatkan statusnya menjadi sebuah kesultanan adalah Syarif Hidayatullah yang oleh Babad Cirebon dikatakan identik dengan Sunan Gunung Jati (Wali Songo). Sumber ini juga mengatakan bahwa Sunan Gunung Jati adalah keponakan dan pengganti Pangeran Cakrabuana. Dialah pendiri dinasti raja-raja Cirebon dan kemudian juga Banten. Setelah Cirebon resmi berdiri sebagai sebuah kerajaan Islam, Sunan Gunung Jati berusaha mempengaruhi kerajaan Pajajaran yang belum menganut agama Islam. Ia mengembangkan agama ke daerah-daerah lain di Jawa Barat. Setelah Sunan Gunung Jati wafat (menurut Negarakertabhumi dan Purwaka Caruban Nagari tahun 1568), dia digantikan oleh cucunya yang terkenal dengan gelar Pangeran Ratu atau Panembahan Ratu. Pada masa pemerintahannya, Cirebon berada di bawah pengaruh Mataram. Kendati demikian, hubungan kedua kesultanan itu selalu berada dalam suasana perdamaian. Kesultanan Cirebon tidak pernah mengadakan perlawanan terhadap Mataram. Pada tahun 1590, raja Mataram , Panembahan Senapati, membantu para pemimpin agama dan raja Cirebon untuk memperkuat tembok yang mengelilingi kota Cirebon. Mataram menganggap raja-raja Cirebon sebagai keturunan orang suci karena Cirebon lebih dahulu menerima Islam. Pada tahun 1636 Panembahan Ratu berkunjung ke Mataram sebagai penghormatan kepada Sultan Agung yang telah menguasai sebagian pulau Jawa. Panembahan Ratu wafat pada tahun 1650 dan digantikan oleh putranya yang bergelar Panembahan Girilaya. Keutuhan Cirebon sebagai satu kerajaan hanya sampai pada masa Panembahan Girilaya (1650-1662). Sepeninggalnya, sesuai dengan kehendaknya sendiri, Cirebon diperintah oleh dua putranya, Martawijaya (Panembahan Sepuh) dan Kartawijaya (Panembahan Anom). Panembahan Sepuh memimpin kesultanan Kasepuhan dengan gelar Syamsuddin, sementara Panembahan Anom memimpin Kesultanan Kanoman dengan gelar Badruddin. Saudara mereka, Wangsakerta, mendapat tanah seribu cacah (ukuran tanah sesuai dengan jumlah rumah tangga yang merupakan sumber tenaga). Perpecahan tersebut menyebabkan kedudukan Kesultanan Cirebon menjadi lemah sehingga pada tahun 1681 kedua kesultanan menjadi proteksi VOC. Bahkan pada waktu Panembahan Sepuh meninggal dunia (1697), terjadi perebutan kekuasaan di antara kedua putranya. Keadaan demikian mengakibatkan kedudukan VOC semakin kokoh.

  1. Kehidupan ekonomi

Setelah perjanjian 7 Januari 1681 antara kerajaan Cirebon dan VOC, keraton Cirebon semakin jauh dari kehidupan kelautan dan perdagangan, karena VOC memegang hak monopoli atas beberapa jenis komoditas perdagangan dan pelabuhan.

  1. Kehidupan sosial

Cirebon berasal dari kata “caruban” yang artinya campuran. Diperkirakan masyarakat Cirebon merupakn campuran dari kelompok pedagang pribumi dengan keluarga-keluarga Cina yang telah menganut Islam. Menurut Sumber berita tertua tentang Cirebon, satu rombongan keluarga Cina telah mendarat dan menetap di Gresik. Seorang yang paling terkemuka adalah Cu-cu, Keluarga Cu-cu yang sudah menganut agama Islam kemudian mendapat kepercayaan dari pemerintah Demak untuk mendirikan perkampungan di daerah Barat. Atas kesungguhan dan ketekunan mereka bekerja maka berdirilah sebuah perkampungan yang disebut Cirebon.

  1. Kehidupan budaya

Keraton para keturunan Sunan Gunung Jati tetap dipertahankan di bawah kekuasaan dan pengaruh pemerintah Hindia Belanda. Kesultanan itu bahkan masih dipertahankan sampai sekarang. Meskipun tidak memiliki pemerintahan administratif, mereka tetap meneruskan tradisi Kesultanan Cirebon. Misalnya, melaksanakan Panjang Jimat (peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw) dan memelihara makam leluhurnya Sunan Gunung Jati.

  1. Faktor kemajuan

Beberapa faktor penyebab kemajuaan kerajaan ini adalah :

  1. Pendidikan keagamaan di Cirebon terus berkembang.
  2. Pada abad ke-17 dan ke-18 di keraton-keraton Cirebon berkembang kegiatan-kegiatan sastra yang sangat memikat perhatian.
  3. Faktor kemunduran

Beberapa faktor penyebab kemunduran kerajaan ini adalah :

  1. Perpecahan antara saudara menyebabkan kedudukan Kesultanan Cirebon menjadi lemah sehingga pada tahun 1681 kedua kesultanan menjadi proteksi VOC.
  2. Pada waktu Panembahan Sepuh meninggal dunia (1697), terjadi perebutan kekuasaan di antara kedua putranya. Keadaan demikian mengakibatkan kedudukan VOC semakin kokoh.
  3. Dalam Perjanjian Kertasura 1705 antara Mataram dan VOC disebutkan bahwa Cirebon berada di bawah pengawasan langsung VOC.

Kerajaan Malaka

  1. Letak Geografis

Letak kerajaan ini adalah di Selat Malaka / Semenanjung Malaka.

  1. Kehidupan Politik

Berawal dari Paramisora (dari Majapahit) melarikan diri ke Tumasik dan mendirikan Kesultanan Malaka dengan gelar Sultan Iskandar Syah pada abad ke-15. Raja – raja yang pernah memerintah kerajaan ini adalah Sri Maharaja, Sri Prameswara Dewa Syah, Sultan Muzzafar Syah, Sultan Mansyur Syah, Sultan Alauddin Riayat Syah, dan Sultan Mahmud Syah. Kerajaan ini sempat mengalami masa keemasan, yaitu pada zaman pemerintahan Sultan Mansyur Syah.

  1. Kehidupan Ekonomi

Selain menjadikan kota tersebut sebagai pusat perdagangan, rombongan pendatang juga mengajak penduduk asli menanam tanaman yang belum pernah mereka kenal sebelumnya, seperti tebu, pisang, dan rempah-rempah. Rombongan pendatang juga telah menemukan biji-biji timah di daratan. Dalam perkembangannya, kemudian terjalin hubungan perdagangan yang ramai dengan daratan Sumatera. Salah satu komoditas penting yang diimpor Malaka dari Sumatera saat itu adalah beras. Malaka amat bergantung pada Sumatera dalam memenuhi kebutuhan beras ini, karena persawahan dan perladangan tidak dapat dikembangkan di Malaka. Hal ini kemungkinan disebabkan teknik bersawah yang belum mereka pahami, atau mungkin karena perhatian mereka lebih tercurah pada sektor perdagangan, dengan posisi geografis strategis yang mereka miliki.

  1. Kehidupan sosial
  2. Kehidupan budaya
  3. Faktor kemajuan

Beberapa faktor penyebab kemajuaan kerajaan ini adalah :

  1. Malaka berkembang menjadi pusat perkembangan agama Islam di Asia Tenggara, hingga mencapai puncak kejayaan di masa pemeritahan Sultan Mansyur Syah.
  2. Salah satu komoditas penting yang diimpor Malaka dari Sumatera saat itu adalah beras.
  3. Banyak ditemukan biji-biji timah di daratan Malaka.
  4. Faktor kemunduran

Yang menyebabkan Kerajaan Malaka runtuh adalah akibat serangan Portugis pada 24 Agustus 1511, yang dipimpin oleh Alfonso de Albuquerque. Sejak saat itu, para keluarga kerajaan menyingkir ke negeri lain.

Bab 1, persiapan sekitar proklamasi

bab2 perkembangan Ekonomidan Politik pada masa awal kemerdekaan sampai Tahun1950
1.Bidang ekonomi
a.Bagaimana keadaan ekonomi Indonesia pada awal kemerdekaan ?
b.Apa pengertian Blokade ekonomi yang yang dilakukan Belanda di Indonesia ? dan apa tujuan dan alasan melakukan blokade tersebut?
c.sebutkan usaha pemerintah Indonesia untuk mengatasi kesulitan moneter pertama pada wal kemerdekaan.?
d.sebutkan 3 mata uang yanng berlaku diawal kemerdekaan ?
e.Tulislah isi uu no.17 thn 1946 dan uu no 19 thn 1946.
f.Apa pengertian planinng Board dan kasimo plan dan PTE ( persatuan TenagaEkonomi )

>Bab 1
Peristiwa sekitar proklamasi 17 agustus 1945 dan pembentukan pemerintahan Indonesia
A. Upaya persiapan kemerdekaan Indonesia dibidang politik
1. Bpupki
2. Ppki
3. Peristiwa rengasdengklok
4. Teks proklamasi
5. Makna proklamasi bagi bangsa Indonesia
6. Pembentukan komite nasional
7. Pembentukan kabinet indonesiabersatu
8.Pembentukan 8 provinsi padal masa kemerdekaan di Indonesia
sebutkan provinsi-provinsi sekarang yang ada di Indonesia
9 Partai politik.adaberapa partai politik pada masa awal kemerdekaan ?
10. Bagaimana perjuangan para pemimpin saat terjadinya kekosongan kekuasaan setelah jepang menyerah.
11.JELASKAN KEGITAN PARA PEMUDA PEJUANG DIJAKARTA DI DALAM MEMPERJUANGKAN KEMERDEKAAN Indonesia.
12.jelaskan beberapa factor penyebab terjadinya perbedaan pendapat diantara kelompok pejuang.

sejarah peminatan latihan soal ulangan

 

MATERI UAS  juni 2014

1.Peradaban Lembah Sungai gangga,Efrat dan Tigris,Niel,mekhong.Hoang-ho

2.kebudayaan Yunani – Romawi

3.Kebudayaan Inca,Maya dan Aztex

4.Masuknya Islam ke Indonesia

 

 

 

 

 

1.sebut dan jelaskan teori masuknya islam ke Indonesia,siapa tok0h yang berpendapat dan sebutkan alasan kelemahannya.

2Kapan Islam masuk ke Indonesia dan apa buktinya !

3.sebut dan jelaskan mengenai saluran islamisasi !

4.Mengapa Islam dapat diterima dengan mudah di Indonesia ?

5.sebutkan kerajaan -kerajaan Islam yang ada di indonesia,siapa pendirinyadan berdiri pada tahun berapa ?

 

 

Materi ulangan Bab 9 dan 10

1.sebutdan jelaskan sebab umum dan khusus terjadinya Revolusi Perancis !
2.Sebut dan jelaskan sebab umum dan khusus terjadinya revolusi Amerika !
3.kapan Amerika dan Perancis Merdeka ?
4.apa semboyan dari Revolusi Perancis
5.sebut dan jelaskan yangmenyebabkan revolusi Rusia ?
6.sebut dan jelaskan yangmenyebabkan REvolusi Industri ?
7.jelaskan dampak positifdan negatif dari Revolusi Industri !
9.Apa isi Declaration of Independent ?
10.Apa pengertian kolonialisme , imperialisme,ultranasionalisme,naziisme dan Fasisme !

MATERI UTS UNTUK KELAS X ( IIS ) DAN XI SMA / IPS

1.BAB 6 ( PERKEMBANGAN PENGARUH BARAT DI iNDONESIA )
2.BAB 7 ( PERKEMBANGAN PAHAM – PAHAM BARU DAN MUNCULNYA PERGERAKAN NASIONAL )
3.BAB 8 ( MASA PENDUDUKAN JEPANG DAN DAMPAKNYA BAGI MASYARAKAT iNDONESIA )

UNTUK KELAS x
1. HISTORIOGRAFI: TRADISIONAL, KOLONIAL,NASIONAL, MODERN
2. BAB 5. PERADABAN AWAL MASYARAKAT DI DUNIA YANG BERPENGARUH TERHADAP PERADABAN INDONESIA.

JANGAN LUPA PELAJARI SOAL – SOAL YANG TELAH KITA BAHAS BERSAMA